Selasa, 28 April 2026 WIB
Selasa, 28 April 2026 WIB

Di Bengkalis, korban DBD Bertambah Menjadi 5 Orang

- Kamis, 17 September 2015 14:03 WIB
Di Bengkalis, korban DBD Bertambah Menjadi 5 Orang
BENGKALIS – Setelah dikabarkan sekitar dua hari lalu, bahwa terdapat tiga warga Bengkalis menjadi korbanDemam Berdarah Dengue (DBD)., nampaknya saat ini jumlah penderita penyakit dari gigitan nyamuk Aedes Dari hal itu aegyptiitu terus bertambah dan menjadi lima orang.


Baca Juga:

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sempat dikabarkan bahwa di Gang Kenanga dan Gang Karet Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis ada tiga warga di sekitar Jalan Pertanian Bengkalis ini, sudah terserang DBD dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis. Dua orang pelajar sekolah dasar dan seorang lagi dewasa.


Di alamat yang sama, dengan jarak kurang dari 50 meter, Nyamuk Aedes ini kembali menambah korbannya menjadi dua. Kedua korban inipun merupakan anak-anak yang diketahui bernama Febrian berusia 12 tahun. Sedangkan satunya lagi Muhammad Azka usia 4 tahun, yang merupakan anak dari KasubagPeliputandan Dokumentasi BagianHumasSetdaBengkalis, Adi Sutrisno.


"Kemarin kita mendapat kabar ada dua anak dan satu orang dewasa menderita penyakit DBD. Sehari setelah tiga korban yang terserang nyamuk Aedes ini bertambah menjadi empat. Lalu hari ini setelah dibawa ke RSUD dan dilakukan pengecekan oleh dokter, anak saya dinyatakan positif terkena DBD," ujar Adi Sutrisno, Kamis (17/9).


Adi juga mengatakan, sejak ditetapkannya tiga korban DBD beberapa hari lalu, sampai saat ini pihak Kesehatan nampaknya belum melakukan fogging di lingkungan tersebut. Padahal Penjabat Bupati Bengkalis sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk bertindak cepat.


"Bukan hanya di Kecamatan Bengkalis, seluruh kepala Puskesmas di semua kecamatan juga telah kita instruksikan untuk melakukan fogging di tempat-tempat yang sudah diketahui adanya kasus DBD. Seluruh Kepala Puskemas sudah kita perintahkan untuk bergerak cepat dan tepat agar penyebaran DBD segera diatasi dan tidak meluas," ujar Ahmad Syah, Selasa (15/9/2015) lalu.


Di bagian lain dan sebagaimana pernah disampaikan sebelumnya, Ahmad Syah juga mengingatkan warganya supaya rajin membersihkan lingkungan sebagai tindakan pencegahan. Lebih jeli melihat lokasi yang bisa dijadikan sarang nyamuk. Pencegahandemamberdarahyang paling efektif dan efisien sampai saat ini, imbuhnya, adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.


Tindakan 3M yang dimaksudkannya itu, adalah menguras tempat penampung air secara rutin, mengubur benda-benda bekas yang bisa menampung air serta menutup tempat penampungan air.


Sedangkan yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan. Misalnya menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.


Kemudian, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain


Tindakan 3M Plus ini, imbuhnya, adalah hal yang paling ampuh untuk menangkal perkembangan DBD. Sebab, nyamukAedes Aegyptimemang menjadi vektor utama penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini. Nyamuk DBD berkembang biak dengan sangat pesat, terutama pasca musim hujan.


"Meskipun bentuknya kecil, kuburkan kalau di lingkungan kita ada benda yang tak berguna yang dapat menampung air. Sebab meskipun genangan airnya kecil, namun sudah cukup buat nyamuk DBD untuk berkembang biak," Ahmad Syah, mengingatkan masyarakatnya.


Ahmad Syah juga mengatakan sudah mengintruksikan Dinas Kesehatan serta seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa-desa di daerah ini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan PSN.


"PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD," pesan Ahmad Syah.(Gus)

SHARE:
Berita Terkait
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Bersama BPBD Patroli Karhutla di Desa Insit

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

Lapas Selatpanjang Gandeng Disdukcapil Tertibkan Data Warga Binaan

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

MERANTI -- Jajaran Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Pre

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Babinsa dan MPA Patroli Karhutla di Rangsang Barat, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Komentar
Berita Terbaru