Bupati Himbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrim
BENGKALIS -Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi belakangan hari ini. Hal itu diingatkan Bupati berhubung panas terik serta angin kencang yang terjadi di Bengkalis.
Baca Juga:
"Saat ini cuaca di Kabupaten Bengkalis berubah 180 derajat. Selain panas, angin juga kerab secara mendadak bertiup kencang, serta gelombang laut tinggi. Kondisi ini hendaknya diwaspadai. Lebih-lebih untuk mereka yang melakukan aktivitas di laut. Khususnya nelayan,"pesan Herliyan disampaikan Kabag Humas Setdakab Bengkalis, Kamis (15/1).
Selain itu, kata Herliyan, beberapa permasalahan lain akibat perubahan cuaca yang ekstrem ini juga harus diwaspadai. Misalnya kebakaran lahan dan hutan. Untuk mencegah agar tidak kebakaran hutan dan lahan, Herliyan mengatakan, sudah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Kabupaten Bengkalis, untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
"Selain itu, bersama dengan pihak terkait lainnya, BPBD dan Damkar juga sudah diminta untuk segera melakukan sosialisasi dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan", tambah Herliyan.
Terpisah, Kepala BPBD dan Damkar Kabupaten Bengkalis Moh Jalal, membenarkan sudah memperoleh instruksi Bupati tersebut.
"Sudah. Bupati memang sudah menginstruksikan agar segera dilakukan upaya-upaya untuk mencegah agar tidak terjadi kebakaran lahan di daerah ini", terang Jalal.
Untuk itu, sambung Jalal, langkah pertama yang segera dilakukannya, adalah melaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnyayang terkait. SKPD yang dimaksudkan Jalal tersebut, diantaranya Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Perkebunan dan Kehutanan.
Di bagian lain, Jalal menyampaikan, saat ini di beberapa wilayah di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini gelombang laut memang cukup tinggi akibat kencangnya angin yang bertiup.
Bahkan, katanya, sejumlah kapal nelayan di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Rabu (14/1) kemarin, ada yang rusak karena dihantam gelombang.
"Meskipun tidak ada korban jiwa, namun dari informasi yang kita terima, sekitar 10 unit kapal nelayan di Desa Pambang Pesisir rusak dihantam gelombang laut", terang Jalal sembari menyampaikan agar segera melaporkan bila mengetahui terjadinya musibah di lingkungan masing-masing.(Gus)
Pendaftaran Calon Ketum KONI Meranti Mulai Dibuka, TPP Tetapkan Batas 4 Mei untuk Pengembalian Formulir
Lewat Komsos, Sertu Pardin Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Melai, Situasi Aman
Hadapi El Nino, Pemprov Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla
Babinsa Tebing Tinggi Gelar Komsos di Alahair Timur, Ingatkan Warga Jaga Keamanan dan Cegah Karhutla