Bengkalis Ajukan 4,7 Juta Tabung Gas Elpiji 3 Kg ke Pertamina
BENGKALIS- Menyusul terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis dan mulai meresahkan penduduk di daerah ini sejak dua pekan terakhir bahkan memicu adanya kenaikan harga di tingkat pengecer kepada masyarakat.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis mengajukan penambahan kuota atau 'jatah' kepada pihak Pertamina sebanyak 4,7 juta lebih tabung pertahun ke Pertamina atau naik sekitar 11 persen lebih dari kuota sebelumnya 4,2 juta tabung.
"Sebelumnya 4,2 juta lebih tabung pertahun diusulkan adanya penambahan 4,7 juta tabung elpiji 3 Kg ini. Minggu lalu sudah menyurati Kementerian ESDM namun saat ini belum ada perkembangan. Permintaan penambahan kuota ini juga dilakukan para agen yang beroperasi dan sebelumnya juga dilakukan survei lapangan," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdagprin Kabupaten Bengkalis Burhanudin kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/4/2017) kemarin.
Dibagian lain, Burhanudin menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dengan ekonomi mampu, agar tidak menggunakan gas elpiji 3 Kg ini. Karena gas elpiji ini hanya untuk masyarakat miskin.
"Kita juga menghimbau dan mengharapkan kepada masyarakat yang mampu seperti PNS tidak menggunakan gas elpiji 3 Kg ini. Karena juga memicu langkanya gas ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ekonomi kurang mampu," himbaunya.(Gus)
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis mengajukan penambahan kuota atau 'jatah' kepada pihak Pertamina sebanyak 4,7 juta lebih tabung pertahun ke Pertamina atau naik sekitar 11 persen lebih dari kuota sebelumnya 4,2 juta tabung.
"Sebelumnya 4,2 juta lebih tabung pertahun diusulkan adanya penambahan 4,7 juta tabung elpiji 3 Kg ini. Minggu lalu sudah menyurati Kementerian ESDM namun saat ini belum ada perkembangan. Permintaan penambahan kuota ini juga dilakukan para agen yang beroperasi dan sebelumnya juga dilakukan survei lapangan," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disdagprin Kabupaten Bengkalis Burhanudin kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/4/2017) kemarin.
Dibagian lain, Burhanudin menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dengan ekonomi mampu, agar tidak menggunakan gas elpiji 3 Kg ini. Karena gas elpiji ini hanya untuk masyarakat miskin.
"Kita juga menghimbau dan mengharapkan kepada masyarakat yang mampu seperti PNS tidak menggunakan gas elpiji 3 Kg ini. Karena juga memicu langkanya gas ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ekonomi kurang mampu," himbaunya.(Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Dari SBF 2026, Pemkab Meranti Jajaki Peluang Investasi dan Pengembangan Pasar Sagu
Menuju Kepastian Hukum Batas Wilayah, Wabup Muzamil Minta Dukungan Pemprov Riau
Salahgunakan Izin Tinggal, Imigrasi Kepulauan Meranti Deportasi WN Tiongkok
Demi Sarana Pendidikan Berkualitas, Bupati Asmar Jemput Bola untuk Revitalisasi Sekolah 2027
Muzamil Emban Amanah di IMI Riau, Buka Peluang Kemajuan Otomotif Meranti
Pemkab Kepulauan Meranti Tata Inventarisasi Aset Kelistrikan
Komentar