Belasan Kades 'Geruduk' Kantor PMD, Berikut Ini Alasanya?
BENGKALIS - Dalih, penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) yang akan disalurkan Pemerintah Daerah banyak terjadi persoalan, belasan Kepala Desa (Kades) mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kabupaten Bengkalis, Kamis (21/12/17).
Para kades yang tergabung dari Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Bantan, dikomandoi Pasla kepada sejumlah wartawan, menyampaikan, penyaluran ADD bakal disalurkan ke tiap desa oleh Pemerintah Daerah banyak terjadi persoalan.
"Kami mendatangai kantor PMD ini mengklarifikasi, yang mana sebelumnya perubahan APBDesa telah terjadi rasionalisasi untuk setiap desa yang berkisar 50-70 juta sesuai dengan pagu desa masing-masing," kata Pasla.
Setelah terjadi perubahan, Menjelang dua hari lalu, kembali terjadi pengurangan dana dari pajak retribusi, yang akan dilakukan peraturan kepala desa. Informasi terakhir yang dari PMD Bengkalis mendapat surat dari Keuangan Pemkab Bengkalis.
"Akan dilakukan tunda bayar, untuk tahap dua ini, yang berkisar 300-an juta rupiah per desa," terang Pasla semberi menambahkan inplikasinya berdampak ke masyarakat. Soalnya, perangkat staf yang didesa, seperti RT/RW, dan untuk membuat bantuan operasional rumah ibadah.
Sementara, Pasla membeberkan jawaban dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, kabupaten Bengkalis yang diterimanya menyampaikan bahwa persoalan ini dilakukan tunda bayar. Dan akan dibayar paling lambat bulan Maret 2018.[eka]
Baca Juga:
Bupati Asmar Dukung Pemerataan Layanan Imigrasi ke Seluruh Wilayah di Meranti
Kemenkes Lakukan Uji Petik Tunjangan Khusus Dokter Spesialis di Meranti
Pemkab Kepulauan Meranti Luncurkan Digitalisasi Pelita ASN dan Ikan Patin
Pemkab Kepulauan Meranti Komitmen Benahi Infrastruktur Jalan Rusak
Semarak Bulan Bahasa SMP se-Meranti, Sudandri Ajak Pelajar Lestarikan Bahasa Melayu