Antipasi Migrasi, Pemkab Bengkalis Ajukan Penambahan Kuota Elpiji Subsidi
BENGKALIS -Pemda Bengkalis melalui Disprindag, telah mengajukan permohonan penambahan gas elpiji bersubsidi 3 Kg ke PT Pertamina untuk menutupi kekurangan kebutuhan gas elpiji di tengah-tengah masyarakat, juga untuk antisipasi migrasi pengguna gas elpiji dari non subsidi.
Baca Juga:
“Kita melihat semakin lama kebutuhan gas elpiji 3Kg ini semakin meningkat. Kuota yang ada sekarang ini sudah tidak memadai lagi, ”ujar Kadis Perindustiran dan Perdagangan,M Fauzi melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, H Raja Arlingga, Senin (05/01).
Dikatakan, kebutuhan gas elpiji diprediksi akan semakin meningkat menyusul adanya kenaikan gas elpiji non subsidi. Kalau tidak diantisipasi sejak awal dikhuatirkan akan terjadi kelangkaan gas elpiji 3 Kg yang dapat menimbulkan gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat.
“Saya tidak hafal berapa jumlah pasti permohonan penambahan elpiji bersubsidi ini, yang pasti cukup banyak mencapai ribuan tabung, yang permohonan tersebut diajukan oleh 8 agen gas elpiji dimana masing-masing agen mengajukan permohonan yang berbeda-beda, ”terangnya.
Terkait harga elpiji subsidi di tingkat pengecer, menurut Arlingga, bahwa pada kesempatan pertemuan dengan BP Migas, dirinya mengaku telah mengajukan pertanyaan seperti itu, tapi hingga sampai saat ini, belum ada aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji bersubsidi di tingkat pengecer.
"Padahal permainan harga banyak terjadi di tingkat pengecer, sebab dari mereka, kita pun belum mendapatkan jawaban yang pasti berapa sebenarnya harga dieceran, sehingga kita pun sulit untuk bersikap tegas kepada para pengecer ini, ”ungkap Arlingga lagi.
Namun demikian, sambungnya, secara umum harga gas elpiji ditingkat pengecer masih bisa ditolerir dan diperkirakan, sejauh elpiji bersubsidi ini tidak langka, maka pengecer pun sulit mempermainkan harga.
Sementara itu, salah seorang agen gas elpiji 3 Kg Hendri Sukamto Halim saat dihubungi mengaku kalau pihaknya juga ikut dalam mengajukan permohonan penambahan gas elpiji bersubsidi tersebut.
“Dalam ikut mengajukan tersebut, kita minta ditambah sekitar 1 LO (Leading Order,red) atau 560 tabung per hari, yang dari jumlah sekarang sebesar 2 LO ber perhari, harapan kita dapat dikabulkan Pertamina, sebab kebutuhan gas elpiji 3 Kg ini mengalami peningkatan, bahkan sempat juga langka, ”jelas Hendri. (Gus).
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum