Abrasi di Desa Papal Semakin Parah, Begini Penampakannya
BANTAN -Abrasi yang terjadi di desa Teluk Papal kecamatan Bantan kabupaten Bengkalis sudah semakin parah dan mengkhawatirkan. Puluhan meter bibir pantai sejak beberapa tahun terakhir amblas ke laut dihantam gelombang yang datang dari perairan Selat Melaka.
Menyikapi hal tersebut, Koordinator Bidang Lingkungan Hidup Lingkaran Hijau Bengkalis (LHB) Hamzan Wadi mendesak pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Bengkalis bergerak cepat menangani abrasi sebelum kerusakan yang ditimbulkan abrasi lebih parah lagi. Seperti abrasi yang terjadi di desa Teluk Papal sudah sangat mengkhawatirkan dan apabila tidak ada langkah kongkrit mencegah abrasi alamat semakin banyak daratan yang amblas.
"Laju abrasi yang terjadi di desa Teluk Papal sudah parah. Harus ada kepedulian dan tindakan secepatnya dari stake holder di Bengkalis ini guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh fenomena alam tersebut,'tegas Hamzan Wadi, Rabu (07/12/2016).
Ia menyebut, perkebunan masyarakat yang berada di bibir pantai khususnya tanaman kelapa sudah ada yang dihantam gelombang pasang. Hal itu tentu merugikan kepada perekonomian masyarakat disana, termasuk nantinya tidak tertutup kemungkinan pemukiman atau perkampungan warga juga ludes ditelan arus Selat Melaka.
Diutarakan Hamzan, penanaman bibit mangrove atau api-api dinilai cukup efektif dalam menekan laju abrasi di Teluk Papal maupun kawasan lainnya di Kabupaten Bengkalis yang berada di tepi Selat Melaka. Karena penanaman mangrove dan api-api lebih efisien dari sisi biaya, walau sebenarnya pembangunan turap penahan gelombang lebih bagus.
"Kita heran, penanganan abrasi masih sebatas retorika pemerintah atau sebatas menggulirkan proyek. Karena persoalan abrasi seharusnya menjadi persoalan nasional, disamping merusak lingkungan juga mengancam kedaulatan Negara dan harus ditangani dengan maksimal,'tambah Hamzan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis H.Arman AA menyikapi hal tersebut membenarkan kalau laju abrasi di Papal dan kawasan pesisir kabupaten Bengkalis cukup mengkhawatirkan. Namun pihaknya tetap melakukan pola pencegahan supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan lebih parah lagi dengan berbagai cara.
"Kerusakan yang ditimbulkan oleh abrasi memang sudah terjadi cukup lama. Kita dari BLH tidak berwenang mengurusi masalah penanganan secara fisik, tapi upaya penyelamatan lingkungan terus dilakukan bekerjasama dengan berbagai kelompok termasuk penanaman bibit mangrove disejumlah lokasi,"kata Arman.(Gus)
Baca Juga:
Demi Sarana Pendidikan Berkualitas, Bupati Asmar Jemput Bola untuk Revitalisasi Sekolah 2027
Muzamil Emban Amanah di IMI Riau, Buka Peluang Kemajuan Otomotif Meranti
Pemkab Kepulauan Meranti Tata Inventarisasi Aset Kelistrikan
Al Amin Soroti Kondisi Kabel Listrik Semrawut di Sejumlah Desa
Bupati Asmar Dukung Pemerataan Layanan Imigrasi ke Seluruh Wilayah di Meranti