25 Pasang Bujang Dara Berebut Jadi Duta Pariwisata
PEKANBARU - Sebanyak 25 pasang Bujang Dara tengah mengikuti karantina selama 10 hari di Hotel Swiss Bell, Pekanbaru, Riau. Karantina ini guna membina duta pariwisata Riau tahun 2017.
Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Fahmizal Usman, kepada CAKAPLAH.COM, Senin (18/9/2017) di Pekanbaru.
Menurutnya, pembinaan bujang dara tahun ini diseleksi lebih ketat agar mendapatkan putra-putri terbaik Riau untuk mempromosikan destinasi pariwisata Riau, khususnya ke nusantara dan internasional.
"Yang lebih kita tekankan dalam karantina ini mempromosikan pariwisata Riau. Ini salah satu strategi marketing kita promosikan pariwisata Riau. Makanya kita cari bujang dara umurnya 18-23 tahun, untuk tinggi bujang 170 meter dan dara 165 meter," terangnya.
Lebih lanjut disampaikannya, setiap bujang dara yang telah mengikuti karantina sudah ditetapkan sebagai Bujang Dara Riau. Tinggal menilai mencari juara 1, 2 dan 3 pada tanggal 22 September 2017 di SKA Coex Pekanbaru. Setelah karantina, sebut Fahmizal, selanjutnya para bujang dara akan mengikuti sertifikasi profesi yang dilakukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Badan Sertifikasi Profesi (BSP) Universitas Lancang Kuning Riau.
"Jadi kapasitas diri harus ditingkatkan melalui sertifikasi yang akan kita lakukan pada Oktober nanti. Sertifikasi ini bukan biasa, tapi sudah terakreditasi. Makanya tahun 2017 bujang dara yang kita libatkan lebih banyak, supaya promosi pariwisata kita lebih optimal," bebernya.
Karantina bujang dara, tambah Fahmizal, mendapat respon dan dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Dimana pada malam grand final, Kemenpar akan mendatangkan bintang tamu Mulan Jamila.(ckp)
Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Fahmizal Usman, kepada CAKAPLAH.COM, Senin (18/9/2017) di Pekanbaru.
Menurutnya, pembinaan bujang dara tahun ini diseleksi lebih ketat agar mendapatkan putra-putri terbaik Riau untuk mempromosikan destinasi pariwisata Riau, khususnya ke nusantara dan internasional.
"Yang lebih kita tekankan dalam karantina ini mempromosikan pariwisata Riau. Ini salah satu strategi marketing kita promosikan pariwisata Riau. Makanya kita cari bujang dara umurnya 18-23 tahun, untuk tinggi bujang 170 meter dan dara 165 meter," terangnya.
Lebih lanjut disampaikannya, setiap bujang dara yang telah mengikuti karantina sudah ditetapkan sebagai Bujang Dara Riau. Tinggal menilai mencari juara 1, 2 dan 3 pada tanggal 22 September 2017 di SKA Coex Pekanbaru. Setelah karantina, sebut Fahmizal, selanjutnya para bujang dara akan mengikuti sertifikasi profesi yang dilakukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Badan Sertifikasi Profesi (BSP) Universitas Lancang Kuning Riau.
"Jadi kapasitas diri harus ditingkatkan melalui sertifikasi yang akan kita lakukan pada Oktober nanti. Sertifikasi ini bukan biasa, tapi sudah terakreditasi. Makanya tahun 2017 bujang dara yang kita libatkan lebih banyak, supaya promosi pariwisata kita lebih optimal," bebernya.
Karantina bujang dara, tambah Fahmizal, mendapat respon dan dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Dimana pada malam grand final, Kemenpar akan mendatangkan bintang tamu Mulan Jamila.(ckp)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Tinjau Penanganan Karhutla di Gemalasari, Bupati Asmar : Tetap Waspada Cegah Kebakaran
Lantik 13 Pejabat, Ini Pesan dan Harapan Sekda Meranti
Terkait Penggeledahan Bagian Umum, Pemkab Meranti Hormati Proses Hukum
Perkuat Kehadiran Negara di Pulau Rangsang, Pemkab Meranti Gesa Terwujudnya PLBN Tanjung Kedabu
Komentar