Pemilik Kolam Renang Sebut Air Kolam Terkontaminasi
BENGKALIS -Pemilik kolam renang Jalan Kelapapati Darat, Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, Yudi menyampaikan kolam renang miliknya baru beroperasi satu bulan ini setelah sempat ditutup tahun 2009 lalu.
Menurutnya, sejak dioperasikan kembali kolam renang itu, belum pernah terjadi adanya pengunjung terserang penyakit.
"Belum pernah ada, kita buka dari tahun 2008 dan 2009 akhir kita tutup karena di darat ada buka milik Pemda. Jadi tidak kita operasikan,"katanya, Senin (27/2/2017).
Sejak dioperasikan sebulan lalu, lanjutnya, antusias warga mengunjungi kolam pemandian sangat ramai.
"Kita coba operasikan kembali, antusias masyarakat sangat tinggi. Waktu libur pilkada ada 290 orang yang mandi disini. Hari Minggunya 150 orang. Mungkin kondisi ini yang membuat air kolam ini terkontaminasi. Apakah itu dari pakaian, buang air didalam kolam atau rambut pengunjung dan sebagainya, "terang Yudi.
Diskes sendiri, kata Yudi, sudah mengambil sample air untuk dilakukan pengujian. Namun hasil dari uji labor belum diterimanya.
"Kami dari pengelola minta maaf, mungkin dengan kejadian ini kami harus hati-hati lagi. Saran dari pak Kapolsek agar kami mengunjungi dan menyantuni korban, itu akan kami lakukan jika itu benar penyebabnya karena kolam ini, "tutup Yudi. (Gus)
Menurutnya, sejak dioperasikan kembali kolam renang itu, belum pernah terjadi adanya pengunjung terserang penyakit.
"Belum pernah ada, kita buka dari tahun 2008 dan 2009 akhir kita tutup karena di darat ada buka milik Pemda. Jadi tidak kita operasikan,"katanya, Senin (27/2/2017).
Sejak dioperasikan sebulan lalu, lanjutnya, antusias warga mengunjungi kolam pemandian sangat ramai.
"Kita coba operasikan kembali, antusias masyarakat sangat tinggi. Waktu libur pilkada ada 290 orang yang mandi disini. Hari Minggunya 150 orang. Mungkin kondisi ini yang membuat air kolam ini terkontaminasi. Apakah itu dari pakaian, buang air didalam kolam atau rambut pengunjung dan sebagainya, "terang Yudi.
Diskes sendiri, kata Yudi, sudah mengambil sample air untuk dilakukan pengujian. Namun hasil dari uji labor belum diterimanya.
"Kami dari pengelola minta maaf, mungkin dengan kejadian ini kami harus hati-hati lagi. Saran dari pak Kapolsek agar kami mengunjungi dan menyantuni korban, itu akan kami lakukan jika itu benar penyebabnya karena kolam ini, "tutup Yudi. (Gus)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Fun Run Bareng Pelari Kampong, Imigrasi Kepulauan Meranti Buka Layanan Paspor di Hari Libur
Dari SBF 2026, Pemkab Meranti Jajaki Peluang Investasi dan Pengembangan Pasar Sagu
Menuju Kepastian Hukum Batas Wilayah, Wabup Muzamil Minta Dukungan Pemprov Riau
Salahgunakan Izin Tinggal, Imigrasi Kepulauan Meranti Deportasi WN Tiongkok
Demi Sarana Pendidikan Berkualitas, Bupati Asmar Jemput Bola untuk Revitalisasi Sekolah 2027
Muzamil Emban Amanah di IMI Riau, Buka Peluang Kemajuan Otomotif Meranti
Komentar