KPID Riau Ajak Masyarakat Rohil Cinta Siaran Indonesia
BAGANSIAPIAPI - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau, bekerjasama Panwaslu Rokan Hilir Bagansiapiapi menggelar workshop dengan tema pengutan kapasitas msyarakat yang berada di wilayah perbatasan untuk cinta kepada siaran Indonesia.
Pertemuan ini di hadiri sebanyak 20 orang, yang terdiri dari kalangan masyarkat dan awak media. Ketua KPID Riau Zainul Ikhwan mengatakan. KPID mememiliki program kelaurga cinta siaran indonesia (KCSI) di lima Kabupaten di wilayah perbatasan di Riau, dengan tujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat untuk cinta kepada Indonesia.
Selain itu disatu sisi pihaknya juga mendorong Pemerintah Daerah untuk membanguna infrastruktur penyiaran yang bagus sehingga wilayah perbatasan terjangkau siaran Indonesia. Dari hasil perumusan yang di lakukan perserta ternyata ada senam masalah penyiaran di Rokan Hilir, diantaranya terbatasnya jangkauan penyiaran, minimnya sumber daya manusia untuk mengakses siaran. TV berlangganan tidak terkontrol, dan tidak teraksesnya budaya-budaya tempatan.
Zainul berharap Pemerintah Daerah agar berperan aktif untuk mendirikan lembaga penyiaran Publik local, baik itu dalam bentuk radio maupun televise, sehingga semua siaran dapat terkontrol dengan baik, yang intinya dapat dinikmati masyarkat setempat.(r1)
Pertemuan ini di hadiri sebanyak 20 orang, yang terdiri dari kalangan masyarkat dan awak media. Ketua KPID Riau Zainul Ikhwan mengatakan. KPID mememiliki program kelaurga cinta siaran indonesia (KCSI) di lima Kabupaten di wilayah perbatasan di Riau, dengan tujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat untuk cinta kepada Indonesia.
Selain itu disatu sisi pihaknya juga mendorong Pemerintah Daerah untuk membanguna infrastruktur penyiaran yang bagus sehingga wilayah perbatasan terjangkau siaran Indonesia. Dari hasil perumusan yang di lakukan perserta ternyata ada senam masalah penyiaran di Rokan Hilir, diantaranya terbatasnya jangkauan penyiaran, minimnya sumber daya manusia untuk mengakses siaran. TV berlangganan tidak terkontrol, dan tidak teraksesnya budaya-budaya tempatan.
Zainul berharap Pemerintah Daerah agar berperan aktif untuk mendirikan lembaga penyiaran Publik local, baik itu dalam bentuk radio maupun televise, sehingga semua siaran dapat terkontrol dengan baik, yang intinya dapat dinikmati masyarkat setempat.(r1)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026
Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Komentar