Walikota Dumai Sambut Kunjungan Komisi E DPRD Riau
DUMAI, - Pemerintah Kota Dumai, kedua kalinya
mendapatkan kunjungan kerja (Kunker) dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) tingkat Provinsi Riau, kali ini giliran seluruh jajaran Komisi
E.
Kunjungan mereka disambut dan dijamu oleh Walikota Dumai H.Khairul Anwar dengan diadakannya makan siang bersama yang bertempat di Balai-balai kediaman Walikota Dumai, Jalan Puteri Tujuh. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Dumai, Kajari, Danlanal, Denrudal, Kodim, dan seluruh Kepala SKPD, Selasa(20/1) sore kemarin.
Dalam sambutan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Riau Masnur,SH yang awalnya memperkenalkan siapa saja rombongan yang hadir pada Kunker kali ini seperti Septina Rusli, Mandalis, Ade Hartati, Ade Adrian, Aidil, Makarius Anwar, Ramos Sianturi, dan beberapa mitra Kepala Dinas Provinsi berbagai bidang yang merupakan mitra kerja Kota Dumai, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Sunaryo.
Kemudian dipaparkannya, Kunker ini bertujuan untuk merangkul seluruh keluhan-keluhan yang dibutuhkan oleh Dumai dari berbagai bidang, sehingga ia berharap program Provinsi dan Daerah kedepannya bisa bersinergi atau memiliki satu tujuan.
"Karena selama ini dinilai, program anggaran yang direalisasikan Provinsi berbeda dengan kebutuhan yang diperlukan oleh Daerah, sehingga pembangunan tersebut dinilai menjadi pemubaziran. Hal ini terlihat dari banyaknya gedung yang dibangun oleh Provinsi yang tidak memiliki atau tidak difungsikan secara optimal," katanya.
Ia memberikan contoh pada Gedung Balai Latihan Kerja milik Provinsi yang ada di Kota Dumai tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga terlihat seperti gedung tua. Begitu juga yang terjadi pada bangunan Agrobisnis yang kini kondisinya semakin memprihatinkan.
"Maka dari itu dengan adanya kehadiran ini, diharapkan seluruh SKPD dapat menyampaikan gagasan untuk pembangunan Dumai lebih baik kedepannya, jangan sampai anggaran tersebut ada tetapi tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Dengan catatan program yang diajukan jelas dan bisa dipertanggung jawabkan demi kepentingan masyarakat," tegasnya.
Dilanjutkannya, sehingga nantinya tidak ada lagi program 'siluman' yang bermunculan dalam proses penyusunan APBD, dan setelah hasil Kunker dikumpulkan, diperkirakan pertengahan Februari mendatang akan kembali dilaksanakan pertemuan dengan SKPD dimasing-masing daerah.
Kemudian Walikota Dumai H.Khairul Anwar, sangat senang dengan kehadiran para anggota Dewan Provinsi Riau, sebab itu artinya mereka peduli dengan perkembangan pembangunan di Kota Dumai agar lebih baik lagi kedepannya.
Dikatakannya, Dumai begitu banyak permasalahan yang terjadi, khususnya masalah RTRW yang hingga kini belum juga ada kejelasan, padahal sudah berbagai upaya dilakukan.
Sehingga hal itu menjadi kendala yang sangat besar terhadap pembangunan Dumai, seperti pembangunan tempat olahraga yang tidak dipunyai Kota Dumai, terhalangnya investor untuk berinvestasi di Kota Dumai, dan sebagainya.
"Ini semua karena kejelasan RTRW yang belum ada. Diharapkan DPRD Provinsi Riau bisa menjembatani masalah ini ke DPR Pusat dengan segera. Dan kami berharap mudah-mudahan program Provinsi dan Daerah kedepannya bisa terwujud dengan saling bersinergi," tutupnya. (RED)
Kunjungan mereka disambut dan dijamu oleh Walikota Dumai H.Khairul Anwar dengan diadakannya makan siang bersama yang bertempat di Balai-balai kediaman Walikota Dumai, Jalan Puteri Tujuh. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Dumai, Kajari, Danlanal, Denrudal, Kodim, dan seluruh Kepala SKPD, Selasa(20/1) sore kemarin.
Dalam sambutan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Riau Masnur,SH yang awalnya memperkenalkan siapa saja rombongan yang hadir pada Kunker kali ini seperti Septina Rusli, Mandalis, Ade Hartati, Ade Adrian, Aidil, Makarius Anwar, Ramos Sianturi, dan beberapa mitra Kepala Dinas Provinsi berbagai bidang yang merupakan mitra kerja Kota Dumai, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Sunaryo.
Kemudian dipaparkannya, Kunker ini bertujuan untuk merangkul seluruh keluhan-keluhan yang dibutuhkan oleh Dumai dari berbagai bidang, sehingga ia berharap program Provinsi dan Daerah kedepannya bisa bersinergi atau memiliki satu tujuan.
"Karena selama ini dinilai, program anggaran yang direalisasikan Provinsi berbeda dengan kebutuhan yang diperlukan oleh Daerah, sehingga pembangunan tersebut dinilai menjadi pemubaziran. Hal ini terlihat dari banyaknya gedung yang dibangun oleh Provinsi yang tidak memiliki atau tidak difungsikan secara optimal," katanya.
Ia memberikan contoh pada Gedung Balai Latihan Kerja milik Provinsi yang ada di Kota Dumai tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga terlihat seperti gedung tua. Begitu juga yang terjadi pada bangunan Agrobisnis yang kini kondisinya semakin memprihatinkan.
"Maka dari itu dengan adanya kehadiran ini, diharapkan seluruh SKPD dapat menyampaikan gagasan untuk pembangunan Dumai lebih baik kedepannya, jangan sampai anggaran tersebut ada tetapi tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Dengan catatan program yang diajukan jelas dan bisa dipertanggung jawabkan demi kepentingan masyarakat," tegasnya.
Dilanjutkannya, sehingga nantinya tidak ada lagi program 'siluman' yang bermunculan dalam proses penyusunan APBD, dan setelah hasil Kunker dikumpulkan, diperkirakan pertengahan Februari mendatang akan kembali dilaksanakan pertemuan dengan SKPD dimasing-masing daerah.
Kemudian Walikota Dumai H.Khairul Anwar, sangat senang dengan kehadiran para anggota Dewan Provinsi Riau, sebab itu artinya mereka peduli dengan perkembangan pembangunan di Kota Dumai agar lebih baik lagi kedepannya.
Dikatakannya, Dumai begitu banyak permasalahan yang terjadi, khususnya masalah RTRW yang hingga kini belum juga ada kejelasan, padahal sudah berbagai upaya dilakukan.
Sehingga hal itu menjadi kendala yang sangat besar terhadap pembangunan Dumai, seperti pembangunan tempat olahraga yang tidak dipunyai Kota Dumai, terhalangnya investor untuk berinvestasi di Kota Dumai, dan sebagainya.
"Ini semua karena kejelasan RTRW yang belum ada. Diharapkan DPRD Provinsi Riau bisa menjembatani masalah ini ke DPR Pusat dengan segera. Dan kami berharap mudah-mudahan program Provinsi dan Daerah kedepannya bisa terwujud dengan saling bersinergi," tutupnya. (RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026
Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Komentar