Pengurus Panti Asuhan di Kota Dumai Minta Perhatian Pemko
DUMAI - Meski telah 24 jam menjaga, mengurus, dan
mengasuh anak-anak panti asuhan, para pengurus panti Kota Dumai merasa
kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Dumai.
Contohnya saja, Hj.Hailidar Nur salah seorang pengurus panti asuhan An-Nur yang beralamat di Jalan Sadar, yang mengatakan dan menyampaikan keluh kesahnya setiap kali akan menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri kepada DPC Partai Gerindra yang pada saat bersamaan datang untuk memberikan bantuan kepada panti tersebut.
"Respon yang diberikan Pemerintah Kota Dumai kepada para pengurus Panti Asuhan se-Kota Dumai sangatlah minim, contohnya saja saat hendak menghadapi Hari Raya Idul Fitri, para imam dan garim mesjid serta guru TPA selalu mendapatkan perhatian lebih, namun pengurus panti asuhan tidak dengan alasan mereka adalah lupa," keluh Hj.Hailidar Nur, Jum'at (6/2) kemarin.
Menurut Hj.Haildar Nur yang turut mewakili para pengurus panti asuhan lainnya, alasan lupa yang diberikan Pemerintah Kota Dumai sangatlah tidak logis, sebab para pengurus panti menjaga anak-anak asuhnya selama 24 jam. Sementara guru TPA hanya dalam hitungan beberapa jam saja.
Dan dikatakannya ia telah memberikan usulan kepada Pemerintah Kota Dumai melalui bidang Kesra, sebab ada tukang sapu, garim mesjid, guru TPA dan lain sebagainya yang selalu mendapat perhatian, sementara pengurus panti asuhan tak sekalipun pernah mendapatkan perhatian yang sama. Namun alasan yang dijumpai dan didapatinya hanyalah kata-kata 'Lupa'.
"Saya mewakili dari semua panti asuhan meminta kepada Pemko Dumai, tolonglah perhatikan pengurus panti, masa iya jawabannya hanya lupa. Kalau memang tidak bisa memberi bantuannya perbulan seperti daerah Siak dan Bagan, setahun sekali juga tidak apa-apa yang penting hadirnya pengurus panti tidak dilupakan," pintanya.
Dijelaskan Hj.Hailidar, ada sekitar 16 Panti yang berada di Kota Dumai, namun tak ada satupun para pengurusnya yang mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Kota Dumai. Dan Panti An-Nur sendiri yang telah berdiri sejak 7tahun lalu dengan jumlah 6 pengurus, baru satu kali mendapatkan bantuan berupa pembangunan dari Pemerintah Kota Dumai.
"Kami disini hanya memiliki 6 pengurus untuk bersama-sama dan saling bahu-membahu menjaga, mengurus, dan mengasuh anak-anak panti asuhan yang berjumlah 47 anak selama seharian penuh, apa tidak sedih bila melihat kami sebagai pengurus justru kerap kali terlupakan dan terabaikan oleh Pemerintah Kota Dumai," pungkasnya.
Sementara Ketua DPC Partai Gerindra yang mendengar keluhan tersebut berjanji untuk segera megupayakan menuntaskan keluhan tersebut melalui 4 kader partainya yang kini duduk menjadi anggota legislatif.
"Insyaallah keluhan tersebut akan segera kami sampaikan kepada 4 kader yang kini telah duduk sebagai anggota legislatif, agar mereka dapat mempertanyakan kepada Pemerintah Kota Dumai atas apa terjadi kepada para pengurus panti. Sebab suara pengurus panti adalah suara rakyat yang harus diperjuangkan," kata Iskandar.(RED)
Contohnya saja, Hj.Hailidar Nur salah seorang pengurus panti asuhan An-Nur yang beralamat di Jalan Sadar, yang mengatakan dan menyampaikan keluh kesahnya setiap kali akan menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri kepada DPC Partai Gerindra yang pada saat bersamaan datang untuk memberikan bantuan kepada panti tersebut.
"Respon yang diberikan Pemerintah Kota Dumai kepada para pengurus Panti Asuhan se-Kota Dumai sangatlah minim, contohnya saja saat hendak menghadapi Hari Raya Idul Fitri, para imam dan garim mesjid serta guru TPA selalu mendapatkan perhatian lebih, namun pengurus panti asuhan tidak dengan alasan mereka adalah lupa," keluh Hj.Hailidar Nur, Jum'at (6/2) kemarin.
Menurut Hj.Haildar Nur yang turut mewakili para pengurus panti asuhan lainnya, alasan lupa yang diberikan Pemerintah Kota Dumai sangatlah tidak logis, sebab para pengurus panti menjaga anak-anak asuhnya selama 24 jam. Sementara guru TPA hanya dalam hitungan beberapa jam saja.
Dan dikatakannya ia telah memberikan usulan kepada Pemerintah Kota Dumai melalui bidang Kesra, sebab ada tukang sapu, garim mesjid, guru TPA dan lain sebagainya yang selalu mendapat perhatian, sementara pengurus panti asuhan tak sekalipun pernah mendapatkan perhatian yang sama. Namun alasan yang dijumpai dan didapatinya hanyalah kata-kata 'Lupa'.
"Saya mewakili dari semua panti asuhan meminta kepada Pemko Dumai, tolonglah perhatikan pengurus panti, masa iya jawabannya hanya lupa. Kalau memang tidak bisa memberi bantuannya perbulan seperti daerah Siak dan Bagan, setahun sekali juga tidak apa-apa yang penting hadirnya pengurus panti tidak dilupakan," pintanya.
Dijelaskan Hj.Hailidar, ada sekitar 16 Panti yang berada di Kota Dumai, namun tak ada satupun para pengurusnya yang mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Kota Dumai. Dan Panti An-Nur sendiri yang telah berdiri sejak 7tahun lalu dengan jumlah 6 pengurus, baru satu kali mendapatkan bantuan berupa pembangunan dari Pemerintah Kota Dumai.
"Kami disini hanya memiliki 6 pengurus untuk bersama-sama dan saling bahu-membahu menjaga, mengurus, dan mengasuh anak-anak panti asuhan yang berjumlah 47 anak selama seharian penuh, apa tidak sedih bila melihat kami sebagai pengurus justru kerap kali terlupakan dan terabaikan oleh Pemerintah Kota Dumai," pungkasnya.
Sementara Ketua DPC Partai Gerindra yang mendengar keluhan tersebut berjanji untuk segera megupayakan menuntaskan keluhan tersebut melalui 4 kader partainya yang kini duduk menjadi anggota legislatif.
"Insyaallah keluhan tersebut akan segera kami sampaikan kepada 4 kader yang kini telah duduk sebagai anggota legislatif, agar mereka dapat mempertanyakan kepada Pemerintah Kota Dumai atas apa terjadi kepada para pengurus panti. Sebab suara pengurus panti adalah suara rakyat yang harus diperjuangkan," kata Iskandar.(RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026
Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Komentar