Penambahan Kapal Striping, Produksi Timah Meranti Ditargetkan 100 Ton/tahun
SELATPANJANG, SOC - Kepala Dinas Pertambangan dan
Energi (Distamben) Kepulauan Meranti, Herman, mengatakan untuk
memaksimalkan produksi timahnya, PT Wahana Perkit Jaya mendatangkan
kapal striping (pembersih) ke wilayah eksploitasi di perairan Kecamatan
Rangsang. Dengan penambahan armada baru ini diperkirakan, WPJ mampu
memproduksi hingga 100 ton per tahun.
"Kapal stripingnya akan tiba lebih kurang 10 hari lagi. Jika sudah maksimal kita perkirakan mereka (WPJ) bisa memperoduksi 100 hingga 200 ton per bulan," kata Herman, Kamis (18/9).
Setelah tiba kapal yang berfungsi untuk membersihkan area ekploitasi atau tepatnya lokasi yang akan disedot pasir timahnya ini, akan dilakukan penyesuaian terhadap kondisi. "Penyesuaian ini seperti tahap belajar untuk beradaptasi dengan alat di kapal striping termasuk para awaknya dan kondisi alam di sana. Januari nanti saya rasa sudah bisa maksimal," tutur Herman.
Menurut Herman, saat ini yang menjadi kendala bagi WPJ dalam meningkatkan produksi adalah kondisi struktur tanah dibawah permukaan laut tempat mereka melakukan eksploitasi berbeda dengan wilayah lain tempat mereka melakukan eksploitasi sebelumnya. Dasar laut di Kepulauan Meranti mengandung tanah liat yang sering merusak pipa dari kapal penghisap untuk menyedot pasir timah.
"Oleh karena itu mereka butuh teknologi baru, yakni kapal striping. Nanti kapal ini yang akan menyingkirkan tanah liat, baru kapal penghisap mulai menyedot pasir timah," jelas Kapala Distamben Meranti itu.(RED)
"Kapal stripingnya akan tiba lebih kurang 10 hari lagi. Jika sudah maksimal kita perkirakan mereka (WPJ) bisa memperoduksi 100 hingga 200 ton per bulan," kata Herman, Kamis (18/9).
Setelah tiba kapal yang berfungsi untuk membersihkan area ekploitasi atau tepatnya lokasi yang akan disedot pasir timahnya ini, akan dilakukan penyesuaian terhadap kondisi. "Penyesuaian ini seperti tahap belajar untuk beradaptasi dengan alat di kapal striping termasuk para awaknya dan kondisi alam di sana. Januari nanti saya rasa sudah bisa maksimal," tutur Herman.
Menurut Herman, saat ini yang menjadi kendala bagi WPJ dalam meningkatkan produksi adalah kondisi struktur tanah dibawah permukaan laut tempat mereka melakukan eksploitasi berbeda dengan wilayah lain tempat mereka melakukan eksploitasi sebelumnya. Dasar laut di Kepulauan Meranti mengandung tanah liat yang sering merusak pipa dari kapal penghisap untuk menyedot pasir timah.
"Oleh karena itu mereka butuh teknologi baru, yakni kapal striping. Nanti kapal ini yang akan menyingkirkan tanah liat, baru kapal penghisap mulai menyedot pasir timah," jelas Kapala Distamben Meranti itu.(RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026
Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Komentar