Kondisi Sekolah Usaha Perikanan Menangah Internasional Dumai Memprihatinkan
DUMAI-Komisi E DPRD Riau mengaku prihatin dengan Sekolah
Usaha Perikanan Menengah Internasional Dumai kondisinya sudah memperihatinkan
padahal dulunya merupakan sekolah perikanan yang terkenal di Sumatera.
"Posisinya dulu sudah terkenal, sekarang masalahnya di mana? Dulu ini juga jadi rujukan bagi provinsi lain. Pasti ada faktor lain dan selanjutnya ini," kata Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur ketika mengunjunginya di Dumai, Selasa.
Oleh karena itu dia meminta jangan sampai aset yang berharga ini malah ditikung oleh anggaran lain. Ke depan harus dipikirkan bagaimana untuk mencetak alumni yang hebat.
Dengan begitu, lanjut dia, Riau tidak lagi mengimpor seperti bibit benih Lele dari luar. Itu karena Sekolah Perikanan juga punya jurusan budidaya.
"Jadi kita kalau ingin bibit tak perlu lagi menunggu pesawat karena impor seperti dari Kabupaten Indramayu," ucapnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang menyambut Komisi E DPRD Riau di sekolah itu, Darmawi mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan mundurnya sekolah perikanan itu. Salah satunya, kata dia, bahwa anak angkatan sekarang banyak yang tidak cocok dengan sistem harus berasrama. "Sekarang sekolah perikanan tidak di sini saja, ada di Bengkalis dan Kepulauan Riau yang dulunya belajar di sini," ungkapnya.
Kemudian dia juga tidak menyangkal persoalan anggaran yang tidak cukup mengelola sekolah itu. Menurut dia, butuh ditingkatkan promosi ke kampung-kampung menarik minat anak bersekolah di situ.
DPRD Riau sendiri dalam kesempatannya di Dumai mengunjungi beberapa lokasi. Diantaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, Sekolah Luar Biasa, Terminal Agrobisnis, Balai Latihan Kerja (BLK) Riau Wilayah Dumai. Dalam kunjungan itu, selain Masnur juga ikut mendampingi Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo. Sedangkan anggota dewan lainnya dalam rombongan adalah Septina Primawati Rusli, Magdalisni, Ade hartati, Adriyan, Muhammad Adil, Markarius Anwar, Syafaruddin Poti, dan Ramos Teddy Sianturi. (rtc)
"Posisinya dulu sudah terkenal, sekarang masalahnya di mana? Dulu ini juga jadi rujukan bagi provinsi lain. Pasti ada faktor lain dan selanjutnya ini," kata Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur ketika mengunjunginya di Dumai, Selasa.
Oleh karena itu dia meminta jangan sampai aset yang berharga ini malah ditikung oleh anggaran lain. Ke depan harus dipikirkan bagaimana untuk mencetak alumni yang hebat.
Dengan begitu, lanjut dia, Riau tidak lagi mengimpor seperti bibit benih Lele dari luar. Itu karena Sekolah Perikanan juga punya jurusan budidaya.
"Jadi kita kalau ingin bibit tak perlu lagi menunggu pesawat karena impor seperti dari Kabupaten Indramayu," ucapnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang menyambut Komisi E DPRD Riau di sekolah itu, Darmawi mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan mundurnya sekolah perikanan itu. Salah satunya, kata dia, bahwa anak angkatan sekarang banyak yang tidak cocok dengan sistem harus berasrama. "Sekarang sekolah perikanan tidak di sini saja, ada di Bengkalis dan Kepulauan Riau yang dulunya belajar di sini," ungkapnya.
Kemudian dia juga tidak menyangkal persoalan anggaran yang tidak cukup mengelola sekolah itu. Menurut dia, butuh ditingkatkan promosi ke kampung-kampung menarik minat anak bersekolah di situ.
DPRD Riau sendiri dalam kesempatannya di Dumai mengunjungi beberapa lokasi. Diantaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, Sekolah Luar Biasa, Terminal Agrobisnis, Balai Latihan Kerja (BLK) Riau Wilayah Dumai. Dalam kunjungan itu, selain Masnur juga ikut mendampingi Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo. Sedangkan anggota dewan lainnya dalam rombongan adalah Septina Primawati Rusli, Magdalisni, Ade hartati, Adriyan, Muhammad Adil, Markarius Anwar, Syafaruddin Poti, dan Ramos Teddy Sianturi. (rtc)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan
Komsos dengan Warga Banglas, Babinsa Tekankan Kebersihan dan Keamanan Lingkungan
Babinsa bersama Warga Melai Intens Patroli Cegah Karhutla
Polda Riau Rotasi Dua Kasat dan Kapolsek di Polres Kepulauan Meranti
Komentar