Harga Anjlok, Bupati Irwan Prihatin Petani
SELATPANJANG, MOC- Anjloknya harga karet dan kondisi cuaca yang sering hujan sehingga menyulitkan petani karet membuat prihatin Bupati Kepulauan Meranti Irwan MSi terlebih adanya fenomea tengkulak yang menjebak petani karet dengan pola ijon.
"Kami sangat prihatin dengan kondisi petani karet sekarang. Kita sudah lakukan berbagai upaya membantu terutama dengan penyediaan bantuan bibit unggul karet agar petani bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Namun masalah harga karet itu ditentukan pasaran karet dunia, kita tidak bisa intervensi," ungkap Bupati Irwan, Senin (1/9/2014).
Menurut orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini, fluktuasi harga karet ditentukan di pasar global dimana bila harga karet dunia naik, maka harga karet lokal juga akan naik, begitu juga sebaliknya jika harga pasar karet dunia turun, otomatis harga karet dalam negeri akan anjlok.
"Fluktuasi atau perubahan harga karet itu pun kadang-kadang cepat berubah. Bisa saja minggu ini turun, minggu depannya naik. Jadi, sulit kalau kita harus mengatur harga karet di tingkat daerah," papar dia.
Di saat harga karet dunia turun, harga pasar karet lokal jauh lebih anjlok. Selain itu, kata Bupati, para petani karet terjebak dengan skema ijon yang diterapkan toke-toke kecil sehingga tidak bisa menjual langsung ke penampung besar. Sistem toke ini pun sudah berlangsung cukup lama sehingga butuh waktu untuk merubahnya.
Namun demikian Bupati Irwan menegaskan Pemkab akan terus melakukan kajian untuk membantu para petani karet di Kepulauan Meranti.
Diantara langkah yang sudah diambil adalah dengan bantuan bibit karet unggul sehingga petani bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Selain itu petani juga dilatih menanam jenis tanaman lain termasuk beternak ikan seperti ikan lele dan sejenisnya.
"Kita menginginkan agar petani karet tidak semata-mata bergantung pada karet. Kita harapkan mereka menambah jenis tanaman seperti sayuran, sagu, pinang, dan beternak ikan. Dengan begitu saat tidak bisa menyadap karet ketika musim hujan, mereka bisa panen sayuran atau mengelola ternak ikan," papar Bupati.
Sebelumnya beberapa petani karet di Kecamatan Pulau Merbau, Tebingtinggi Barat, Tebingtinggi Timur dan Kecamatan Merbau mengeluhkan anjloknya harga karet.
Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca hujan beberapa hari belakangan yang membuat petani karet tidak bisa menyadap kebun karetnya. Harga karet di tingkat petani saat ini berkisar Rp 6.000 per kilogram.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepulauan Meranti, Mamun Murod mengatakan pihaknya setiap tahun memberikan bantuan bibit karet unggul kepada petani karet. Bahkan pihaknya juga sudah melatih petani karet untuk mengembangkan jenis bibit karet unggul.
"Untuk harga karet kita tidak bisa intervensi karena terikat pada pasar dunia. Yang kita lakukan adalah merubah pola petani agar menanam jenis karet unggul yang kapasitas produksinya lebih baik. Kita juga menyalurkan bibit tanaman lainnya agar petani menambah jenis tanamannya sehingga tetap ada produksi meski saat cuaca hujan," papar dia.
Murod menceritakan, saat ini masih banyak petani enggan menanam karet unggul dengan alasan karet alam lebih gampang hidup dan tahan terhadap hama. Padahal anggapan tersebut tidak tepat karena karet unggul juga tahan dan produksinya lebih baik dari karet alam.
"Banyak hal sudah kita lakukan untuk membantu petani karet. Selain penyediaan bibit dan pelatihan saat ini kita kembangkan kebun impres di lima desa. Kebun ini mengembangkan bibit karet unggul. Ini untuk okulasi dimana bibit-bibit unggul yang berhasil hidup itu disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat," jelas Murod.
Menurutnya, perhatian terhadap petani karet tidak hanya dari Pemkab Kepulauan Meranti tetapi juga dari Pemerintah Provinsi. Ke depan Murod mengatakan akan terus melatih dan membina petani karet agar memanfaatkan bibit karet unggul sehingga produksi karet di Kepulauan Meranti terus meningkat.
Dia juga berharap petani tidak menggantungkan pendapatan pada karet saja tetapi juga menanam tanaman lain seperti pinang yang harganya saat ini sedang bagus-bagusnya.(RGC/RED)
"Kami sangat prihatin dengan kondisi petani karet sekarang. Kita sudah lakukan berbagai upaya membantu terutama dengan penyediaan bantuan bibit unggul karet agar petani bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Namun masalah harga karet itu ditentukan pasaran karet dunia, kita tidak bisa intervensi," ungkap Bupati Irwan, Senin (1/9/2014).
Menurut orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini, fluktuasi harga karet ditentukan di pasar global dimana bila harga karet dunia naik, maka harga karet lokal juga akan naik, begitu juga sebaliknya jika harga pasar karet dunia turun, otomatis harga karet dalam negeri akan anjlok.
"Fluktuasi atau perubahan harga karet itu pun kadang-kadang cepat berubah. Bisa saja minggu ini turun, minggu depannya naik. Jadi, sulit kalau kita harus mengatur harga karet di tingkat daerah," papar dia.
Di saat harga karet dunia turun, harga pasar karet lokal jauh lebih anjlok. Selain itu, kata Bupati, para petani karet terjebak dengan skema ijon yang diterapkan toke-toke kecil sehingga tidak bisa menjual langsung ke penampung besar. Sistem toke ini pun sudah berlangsung cukup lama sehingga butuh waktu untuk merubahnya.
Namun demikian Bupati Irwan menegaskan Pemkab akan terus melakukan kajian untuk membantu para petani karet di Kepulauan Meranti.
Diantara langkah yang sudah diambil adalah dengan bantuan bibit karet unggul sehingga petani bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Selain itu petani juga dilatih menanam jenis tanaman lain termasuk beternak ikan seperti ikan lele dan sejenisnya.
"Kita menginginkan agar petani karet tidak semata-mata bergantung pada karet. Kita harapkan mereka menambah jenis tanaman seperti sayuran, sagu, pinang, dan beternak ikan. Dengan begitu saat tidak bisa menyadap karet ketika musim hujan, mereka bisa panen sayuran atau mengelola ternak ikan," papar Bupati.
Sebelumnya beberapa petani karet di Kecamatan Pulau Merbau, Tebingtinggi Barat, Tebingtinggi Timur dan Kecamatan Merbau mengeluhkan anjloknya harga karet.
Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca hujan beberapa hari belakangan yang membuat petani karet tidak bisa menyadap kebun karetnya. Harga karet di tingkat petani saat ini berkisar Rp 6.000 per kilogram.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepulauan Meranti, Mamun Murod mengatakan pihaknya setiap tahun memberikan bantuan bibit karet unggul kepada petani karet. Bahkan pihaknya juga sudah melatih petani karet untuk mengembangkan jenis bibit karet unggul.
"Untuk harga karet kita tidak bisa intervensi karena terikat pada pasar dunia. Yang kita lakukan adalah merubah pola petani agar menanam jenis karet unggul yang kapasitas produksinya lebih baik. Kita juga menyalurkan bibit tanaman lainnya agar petani menambah jenis tanamannya sehingga tetap ada produksi meski saat cuaca hujan," papar dia.
Murod menceritakan, saat ini masih banyak petani enggan menanam karet unggul dengan alasan karet alam lebih gampang hidup dan tahan terhadap hama. Padahal anggapan tersebut tidak tepat karena karet unggul juga tahan dan produksinya lebih baik dari karet alam.
"Banyak hal sudah kita lakukan untuk membantu petani karet. Selain penyediaan bibit dan pelatihan saat ini kita kembangkan kebun impres di lima desa. Kebun ini mengembangkan bibit karet unggul. Ini untuk okulasi dimana bibit-bibit unggul yang berhasil hidup itu disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat," jelas Murod.
Menurutnya, perhatian terhadap petani karet tidak hanya dari Pemkab Kepulauan Meranti tetapi juga dari Pemerintah Provinsi. Ke depan Murod mengatakan akan terus melatih dan membina petani karet agar memanfaatkan bibit karet unggul sehingga produksi karet di Kepulauan Meranti terus meningkat.
Dia juga berharap petani tidak menggantungkan pendapatan pada karet saja tetapi juga menanam tanaman lain seperti pinang yang harganya saat ini sedang bagus-bagusnya.(RGC/RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas
Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam
Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar
Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis
Maklumat Bersama Dikeluarkan, Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla Makin Diperkuat
Komentar