FK3 Meranti Percontohan di Provinsi Riau
Pauzi - Kamis, 06 Februari 2014 08:45 WIB
MERANTI (POG) - Forum Komunikasi Kader Kesehatan (FK3) Kepulauan Meranti akan dijadikan percontohan di Provinsi Riau, mengingat FK3 Kepulauan Meranti merupakan satu-satunya forum komunikasi kader ksehatan yang baru terbentuk di Provinsi Riau.
"Untuk persiapan desa sehat, Posyandu harus mandiri terlebih dahulu,maka melalui FK3 ini kita akan upayakan untuk memandirikan Posyandu terlebih dahulu. Ditahun 2014 ini kita telah membentuk kepengurusan forum komunikasi Kader kesehatan (FK3) hingga sampai Ketingkat Desa dan kelurahan," ungkap Pembina FK3 Kepulauan Meranti Misri Hasanto, Rabu (5/2/14).
Dikatakan Misri, saat ini Kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai Posyandu perccontoh di Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Hal ini tentunya dapat mendorong semangat kader kesehatan untuk lebih giat lagi bekerja di masyarakat. Karena, indicator penilaian posyandu mencakupi jumlah kader yang aktif.
"Frekwensi penimbangan dalam setahun, Cakupan D/S, cakupan Kia,cakupan KB,Arisan program Tambahan (APT),Program dana Sehat,cakupan imunisasi satu-satunya kader kesehatan yang punya wadah hanya ada di kepulauan Meranti," katanya.
"Dengan adanya program-progaram tersebut akan dapat meningkatkan kinerja posyandu. Kita berharap suatu saat nanti daerah lain dapat studi banding kemaranti,bahkan Indonesia, karena dukungan pusat yang kuat untuk Meranti," pungkasnya. (pog/fan)
"Untuk persiapan desa sehat, Posyandu harus mandiri terlebih dahulu,maka melalui FK3 ini kita akan upayakan untuk memandirikan Posyandu terlebih dahulu. Ditahun 2014 ini kita telah membentuk kepengurusan forum komunikasi Kader kesehatan (FK3) hingga sampai Ketingkat Desa dan kelurahan," ungkap Pembina FK3 Kepulauan Meranti Misri Hasanto, Rabu (5/2/14).
Dikatakan Misri, saat ini Kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai Posyandu perccontoh di Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Hal ini tentunya dapat mendorong semangat kader kesehatan untuk lebih giat lagi bekerja di masyarakat. Karena, indicator penilaian posyandu mencakupi jumlah kader yang aktif.
"Frekwensi penimbangan dalam setahun, Cakupan D/S, cakupan Kia,cakupan KB,Arisan program Tambahan (APT),Program dana Sehat,cakupan imunisasi satu-satunya kader kesehatan yang punya wadah hanya ada di kepulauan Meranti," katanya.
"Dengan adanya program-progaram tersebut akan dapat meningkatkan kinerja posyandu. Kita berharap suatu saat nanti daerah lain dapat studi banding kemaranti,bahkan Indonesia, karena dukungan pusat yang kuat untuk Meranti," pungkasnya. (pog/fan)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Gelar Razia Pekat, Satpol PP Kepulauan Meranti Sisir Sejumlah Tempat di Selatpanjang
Masa Penugasan Selesai, Puluhan Kepsek di Kepulauan Meranti Segara Diganti
Dinas PUPR Kepulauan Meranti Terus Benahi Infrastruktur, Tahun Ini Belasan Proyek Jalan dan Jembatan Dibangun
NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas
Sekda Meranti Tekankan 9 Aspek Penting ke Aparatur di Kecamatan Merbau
Bupati Asmar Harap Pilkades Serentak 8 Oktober Berlangsung Sukses
Komentar