Disparpora Meranti Bentuk Tim Pemantau Aktivitas Sanggar
SELATPANJANG,MOC- Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti akan membentuk tim khusus untuk memantau aktivitas sejumlah sanggar. Disparpora tidak ingin sanggar yang telah mendapat bantuan tidak ada aktivitasnya.
Sebagaimana disampaikan Kadisparpora Kepulauan Meranti, Ishak Izrai, melalui Sekretaris Disparpora Drs H Ismail Arsyad MSi, Senin (1/9/2014). Kata Ismail, Dinas Pariwisata tidak ingin sanggar-sanggar yang mendapat bantuan tidak ada kegiatan alias vakum.
"Ini juga sesuai tupoksi Disparpora dalam melaksanakan tugas memantau dan mengevaluasi sanggar-sanggar se-Kabupaten Kepulauan Meranti, baik yang masih aktif atau pun tidak," kata Ismail kepada wartawan.
Pembentukan tim pemantau tersebut, kata Ismail lagi, sesungguhnya bukanlah untuk mencegah bantuan terhadap sanggar-sanggar yang ada. Informasi dari tim mengenai sanggar tentunya sangatlah diperlukan. Selain mendata sanggar-sanggar, tim juga dapat melihat langsung aktivitas setiap sanggar. Sehingga ke depan, Disparpora bisa lebih selektif lagi dalam memberikan bantuan.
"Kita juga tidak ingin bantuan yang diberikan tidak bisa dimanfaatkan untuk menunjang kreativitas mereka (sanggar seni), sehingga vakum meski telah diberikan bantuan. Makanya dengan data dan informasi dari tim bisa menjadi ancuan bagi kita dalam memberikan bantuan nantinya," sebut Ismail.
Ismail juga mengaku kerap mendengar begitu banyak sanggar seni yang tidak aktif lagi. Padahal sangar-sanggar tersebut kerap mendapat bantuan, baik dari Pemkab Merant maupun Provinsi Riau.(GRC/RED)
Sebagaimana disampaikan Kadisparpora Kepulauan Meranti, Ishak Izrai, melalui Sekretaris Disparpora Drs H Ismail Arsyad MSi, Senin (1/9/2014). Kata Ismail, Dinas Pariwisata tidak ingin sanggar-sanggar yang mendapat bantuan tidak ada kegiatan alias vakum.
"Ini juga sesuai tupoksi Disparpora dalam melaksanakan tugas memantau dan mengevaluasi sanggar-sanggar se-Kabupaten Kepulauan Meranti, baik yang masih aktif atau pun tidak," kata Ismail kepada wartawan.
Pembentukan tim pemantau tersebut, kata Ismail lagi, sesungguhnya bukanlah untuk mencegah bantuan terhadap sanggar-sanggar yang ada. Informasi dari tim mengenai sanggar tentunya sangatlah diperlukan. Selain mendata sanggar-sanggar, tim juga dapat melihat langsung aktivitas setiap sanggar. Sehingga ke depan, Disparpora bisa lebih selektif lagi dalam memberikan bantuan.
"Kita juga tidak ingin bantuan yang diberikan tidak bisa dimanfaatkan untuk menunjang kreativitas mereka (sanggar seni), sehingga vakum meski telah diberikan bantuan. Makanya dengan data dan informasi dari tim bisa menjadi ancuan bagi kita dalam memberikan bantuan nantinya," sebut Ismail.
Ismail juga mengaku kerap mendengar begitu banyak sanggar seni yang tidak aktif lagi. Padahal sangar-sanggar tersebut kerap mendapat bantuan, baik dari Pemkab Merant maupun Provinsi Riau.(GRC/RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026
Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan
Komsos dengan Warga Banglas, Babinsa Tekankan Kebersihan dan Keamanan Lingkungan
Babinsa bersama Warga Melai Intens Patroli Cegah Karhutla
Komentar