Disnaker Dumai Lepas Peserta PKL-AK3U
DUMAI- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota
Dumai secara resmi melepas peserta Pelatihan dan Sertifikasi Aksi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U) memasuki tahap Praktek Kerja
Lapangan (PKL) di Kilang PT Pertamina RU II Dumai.
Pelepasa peserta itu sendiri setelah menjalani bimbingan sejak dibuka pada 28 Januari 2015 lalu. Kemudian lokasinya sendiri, mengingat PKL di kilang PT. Pertamina RU II Dumai yang merupakan objek vital nasional serta daerah perminyakan dan gas sebagai area berbahaya dan terlarang.
"Kilang merupakan asset vital nasional berpotensi terjadi bencana, untuk itu segala ketentuan dan safety yang ditetapkan selama berada di areal kilang PT. Pertamina RU II Dumai wajib dipatuhi," tegas PJS Manager HSE PT Pertamina RU II Dumai Nirwansyah, Sabtu (7/2/15) kemarin.
Dijelaskannya, kecelakaan yang kerap terjadi di kilang perminyakan dan gas didominasi factor manusia. Sebanyak 96 persen kecelakaan di industry perminyakan dan gas di Indonesia termasuk kilang PT. Pertamina RU II Dumai terjadi akibat factor manusia.
Padahal kecelakaan sangat merugikan, bahkan hak hidup yang merupakan azasi juga dilanggar. "Sebanyak 96 persen kecelakaan kerja di kilang terjadi akibat factor manusia, untuk itu seluruh ketentuan yang berlaku wajib dipatuhi," katanya
Menurut Nirwansyah, ada tiga prilaku yang wajib dilaksanakan selama berada di areal Kilang PT. Pertamina RU II Dumai, diantaranya patuh, intervensi dan melaksanakan peraturan dan ketentuan yang ditetapkan.
Patuh artinya mematuhi safety dan ketentuan yang ditetapkan, intervensi adalah wajib mematuhi dan menegur untuk tetap safety serta melaksanakan seluruh ketentuan dengan professional.
"Seluruh katentuan diminta untuk dilaksanakan dengan baik dan professional. Mari, silahkan peserta PKL, mewujudkan Indonesia dan Kota Dumai berbudaya K3 tahun 2015," pintanya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai H.Amiruddin,MM menjelaskan, pelatihan dan serfikasi AK3 Umum yang dilaksanakan merupakan angkatan ke 2.
Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada PT. Pertamina RU II Dumai yang telah bersedia menjadikan kilang minyak dan gas miliknya sebagai lokasi PKL tahun 2015. "Tahun lalu PKL pelatihan dan sertifikasi AK3 Umum dilaksanakan di PT. Cevron Pasifik Indonesia (CPI)," jelas Amiruddin.
Ternyata untuk mendapatkan sertifikat tidaklah mudah. Setelah menjalani pelatihan dan bimbingan sejak Rabu (28/1) lalu, peserta pelatihan dan sertifikasi AK3 Umum akan menjalani evaluasi dan ujian.
"Nanti yang akan melakukan evaluasi dan ujian langsung dari Kementerian Tenagakerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI. Evaluasi dan ujian dilaksankan selama dua hari di rumah terampil kantor Disnakertrans Jalan Kesehatan Kota Dumai," ungkap Amiruddin.
Terakhir dipaparkan Amiruddin, pentingnya perlindungan bagi tenaga kerja, khususnya dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mengharuskan pihak pengusaha yang mempunyai tenaga kerja, diwajibkan memiliki ahli K3 dan jumlahnya yaitu tiap 50 pekerja diperlukan 1 ahli.
"Hal ini wajib dilakukan perusahaan, khususnya perusahaan yang mempekerjaan pekerja di bidang konstruksi, pertambangan, alat berat dan lainnya," tutupnya. (RTC)
Pelepasa peserta itu sendiri setelah menjalani bimbingan sejak dibuka pada 28 Januari 2015 lalu. Kemudian lokasinya sendiri, mengingat PKL di kilang PT. Pertamina RU II Dumai yang merupakan objek vital nasional serta daerah perminyakan dan gas sebagai area berbahaya dan terlarang.
"Kilang merupakan asset vital nasional berpotensi terjadi bencana, untuk itu segala ketentuan dan safety yang ditetapkan selama berada di areal kilang PT. Pertamina RU II Dumai wajib dipatuhi," tegas PJS Manager HSE PT Pertamina RU II Dumai Nirwansyah, Sabtu (7/2/15) kemarin.
Dijelaskannya, kecelakaan yang kerap terjadi di kilang perminyakan dan gas didominasi factor manusia. Sebanyak 96 persen kecelakaan di industry perminyakan dan gas di Indonesia termasuk kilang PT. Pertamina RU II Dumai terjadi akibat factor manusia.
Padahal kecelakaan sangat merugikan, bahkan hak hidup yang merupakan azasi juga dilanggar. "Sebanyak 96 persen kecelakaan kerja di kilang terjadi akibat factor manusia, untuk itu seluruh ketentuan yang berlaku wajib dipatuhi," katanya
Menurut Nirwansyah, ada tiga prilaku yang wajib dilaksanakan selama berada di areal Kilang PT. Pertamina RU II Dumai, diantaranya patuh, intervensi dan melaksanakan peraturan dan ketentuan yang ditetapkan.
Patuh artinya mematuhi safety dan ketentuan yang ditetapkan, intervensi adalah wajib mematuhi dan menegur untuk tetap safety serta melaksanakan seluruh ketentuan dengan professional.
"Seluruh katentuan diminta untuk dilaksanakan dengan baik dan professional. Mari, silahkan peserta PKL, mewujudkan Indonesia dan Kota Dumai berbudaya K3 tahun 2015," pintanya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai H.Amiruddin,MM menjelaskan, pelatihan dan serfikasi AK3 Umum yang dilaksanakan merupakan angkatan ke 2.
Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada PT. Pertamina RU II Dumai yang telah bersedia menjadikan kilang minyak dan gas miliknya sebagai lokasi PKL tahun 2015. "Tahun lalu PKL pelatihan dan sertifikasi AK3 Umum dilaksanakan di PT. Cevron Pasifik Indonesia (CPI)," jelas Amiruddin.
Ternyata untuk mendapatkan sertifikat tidaklah mudah. Setelah menjalani pelatihan dan bimbingan sejak Rabu (28/1) lalu, peserta pelatihan dan sertifikasi AK3 Umum akan menjalani evaluasi dan ujian.
"Nanti yang akan melakukan evaluasi dan ujian langsung dari Kementerian Tenagakerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI. Evaluasi dan ujian dilaksankan selama dua hari di rumah terampil kantor Disnakertrans Jalan Kesehatan Kota Dumai," ungkap Amiruddin.
Terakhir dipaparkan Amiruddin, pentingnya perlindungan bagi tenaga kerja, khususnya dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mengharuskan pihak pengusaha yang mempunyai tenaga kerja, diwajibkan memiliki ahli K3 dan jumlahnya yaitu tiap 50 pekerja diperlukan 1 ahli.
"Hal ini wajib dilakukan perusahaan, khususnya perusahaan yang mempekerjaan pekerja di bidang konstruksi, pertambangan, alat berat dan lainnya," tutupnya. (RTC)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026
Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Komentar