Dinas Kesehatan Himbau Warga Terapkan 3M plus
Demikian diungkapkan Kepala Dinas kesehatan (Diskes) Kabupaten kepulauan Meranti, Dr. Irwan Suandi melalui Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M), Muhammad Fahri S.Km saat ditemui pada Rabu (10/9) kemarin dikantornya. Dia menuturkan cara mengantisipasi nyamuk adalah menemukan tempat di mana nyamuk paling gampang dimatikan dan tidak bisa lari kemana-mana, yaitu di jentiknya, karena di situ nyamuk tidak bisa lari.
Baca Juga:
"Kita tak mungkin melakukan fogging secara keseluruhan, karena nyamuk bisa terbang kemana-mana dan nyamuk tidak hanya lari 100-500 meter, sedangkan semprot radius hanya mencapai 20 meter saja," ungkapnya.
Selain itu, menurut kasi P2M itu fogging atau pengasapan juga tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa memicu terjadinya resistensi atau kekebalan pada nyamuk sehingga perlu dicari pestisida penggantinya. Pemberantasan nyamuk dengan fogging maupun penyemprotan hanya mengusir nyamuk untuk sementara, dan terkadang kurang sehat bagi mereka yang alergi pada asap fogging ini.
Selanjutnya menurut fahri, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Untuk itu warga dihimbau menerapkan 3M plus. Karena menurutnya 3M Plus adalah tindakan yamg dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk Demam Berdarah dengan cara pertama Menguras, yakni, menguras tempat-tempat penampungan air, kedua, Menutup yakni menutup rapat semua tempat penampungan air, ketiga Mengubur yakni mengubur semua barang-barang bekas yang ada disekitar atau di luas rumah yang dapat menampung air hujan.
Kemudian kata fahri, Plus tindakan memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk,"Membunuh jentik nyamuk Demam Berdarah ditempat air yang sulit dikuras atau sulit air dengan menaburkan bubuk Temephos (abate) atau Altosoid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 sendok makan 200 liter air".rincinya.
Dijelaskan juga Fahri pada bulan juni 2014 lalu tepatnya di Desa lukun, disitu ada 2 penderita Danguage Shock Syndrome (DSS) dan telah dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kemudian saat dikonfirmasi Benkalispos terkait jumlah terindikasi DBD dalam tahun 2014 ini di Kabupaten Kepulauan Meranti, Fahri mengakui ada sebanyak 38 orang,"Sebanyak 38 orang terindikasi namun belum ada yang meninggal".tukas Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M). Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti itu. (Riky)
PBFI Kepulauan Meranti Taja Kejurkab Men Fitness 2026
Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan
Komsos dengan Warga Banglas, Babinsa Tekankan Kebersihan dan Keamanan Lingkungan