Data Penerima Raskin Sebanyak 9.423 RTS
DUMAI - Kabar gembira bagi ribuan Rumah Tangga
Sasaran (RTS) di Kota Dumai. Pasalnya, jumlah penerima Beras Miskin
(Raskin) tahun 2015 tidak mengalami perubahan sebab masih berpatok
dengan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TPN2K)
tahun 2011 yang data tersebut juga dipakai pada tahun 2014 lalu yaitu
sebanyak 9. 423 RTS.
Agar tidak ada kerancuan dan permasalahan dilapangan saat penyaluran Raskin Triwulan pertama, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Sosial menggelar pertemuan dengan Lurah dan Camat membahas permasalah ini.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Dumai Khairul Anwar, Asisten I Darmawan, Kadinsos Chairuddin Adnan, Kepala Sub Divre Bulog Dumai Tommi Despalingga yang bertempat di Media Center, Jumat (13/2) kemarin.
Kapala Dinas Sosial (Kadinsos) Chairuddin Adnan mengatakan, jumlah penerima Raskin Dumai secara keseluruhan sama dengan tahun sebelumnya. Namun, penerima setiap kelurahan bisa jadi mengalami perubahan, sehingga harus dilakukan revisi data penerima di masing-masing kelurahan.
"Jumlah penerima memang tidak ada yang berubah, namun nama penerima Raskin tersebut bisa saja berubah. Sebab ada RTS yang tidak layak lagi menerima raskin dan akan dialihkan ke warga yang layak, pindah, meninggal dan penerima upah. Jadi diminta kepada Kelurahan agar dapat kembali merevisi data penerima Raskin tersebut namun tetap dengan catatan jumlah yang sama," katanya.
Dikatakannya, untuk jadwal penyaluran Raskin sendiri Dinsos masih menunggu Daftar Pemanfaat Masyarakat (DPM) dari masing-masing Kelurahan. Apabila data tersebut sudah diserahkan maka secepatnya Raskin sudah dapat dibagikan kepada warga yang kurang mampu.
"Makin cepat makin bagus, dan penyaluran untuk tahap awal ini terhitung mulai Januari, Februari dan Maret atau 3 bulan sekaligus, yang mana masing-masing penerima mendapatkan 15 Kg per Bulannya," jelasnya.
Sedangkan Walikota Dumai H.Khairul Anwar berharap agar proses penyaluran Raskin di Kota Dumai dapat berjalan kondusif dan aman. Sebab pada pola penyaluran Raskin tahun 2014 lalu, Kota Dumai berhasil mendapatkan peringkat terbaik se-Provinsi Riau dengan realisasi penyaluran mencapai 100 persen dan kondusif.
"Sebab apapun kendala yang datang menghampiri, semua pasti ada solusinya dan dapat terselesaikan dengan baik bila adanya kerjasama yang baik pula," kata Wako.
Sementara pihak Bulog, Tomi Despalingga menyatakan siap kapan saja Raskin tersebut akan disalurkan, sebab diakuinya stok di gudang Bulog saat ini sangat aman untuk itu.
"Jumlah stok beras digudang itu saat ini ada terdapat sebanyak 10.000 ton, ditambah dalam waktu dekat akan ada penambahan sekitar 2.000 hingga 3.000 ton beras lagi, Jadi kapanpun Raskin tersebut akan dibagikan, Bulog menyatakan siap dan tidak ada masalah," katanya.
Dan ketika ditanyai mengenai kualitas beras, Bulog sendiri menjamin akan memberikan yang terbaik. Jikalaupun nantinya ada raskin yang rusak, Bulog siap menggantinya. (RED)
Agar tidak ada kerancuan dan permasalahan dilapangan saat penyaluran Raskin Triwulan pertama, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Sosial menggelar pertemuan dengan Lurah dan Camat membahas permasalah ini.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Dumai Khairul Anwar, Asisten I Darmawan, Kadinsos Chairuddin Adnan, Kepala Sub Divre Bulog Dumai Tommi Despalingga yang bertempat di Media Center, Jumat (13/2) kemarin.
Kapala Dinas Sosial (Kadinsos) Chairuddin Adnan mengatakan, jumlah penerima Raskin Dumai secara keseluruhan sama dengan tahun sebelumnya. Namun, penerima setiap kelurahan bisa jadi mengalami perubahan, sehingga harus dilakukan revisi data penerima di masing-masing kelurahan.
"Jumlah penerima memang tidak ada yang berubah, namun nama penerima Raskin tersebut bisa saja berubah. Sebab ada RTS yang tidak layak lagi menerima raskin dan akan dialihkan ke warga yang layak, pindah, meninggal dan penerima upah. Jadi diminta kepada Kelurahan agar dapat kembali merevisi data penerima Raskin tersebut namun tetap dengan catatan jumlah yang sama," katanya.
Dikatakannya, untuk jadwal penyaluran Raskin sendiri Dinsos masih menunggu Daftar Pemanfaat Masyarakat (DPM) dari masing-masing Kelurahan. Apabila data tersebut sudah diserahkan maka secepatnya Raskin sudah dapat dibagikan kepada warga yang kurang mampu.
"Makin cepat makin bagus, dan penyaluran untuk tahap awal ini terhitung mulai Januari, Februari dan Maret atau 3 bulan sekaligus, yang mana masing-masing penerima mendapatkan 15 Kg per Bulannya," jelasnya.
Sedangkan Walikota Dumai H.Khairul Anwar berharap agar proses penyaluran Raskin di Kota Dumai dapat berjalan kondusif dan aman. Sebab pada pola penyaluran Raskin tahun 2014 lalu, Kota Dumai berhasil mendapatkan peringkat terbaik se-Provinsi Riau dengan realisasi penyaluran mencapai 100 persen dan kondusif.
"Sebab apapun kendala yang datang menghampiri, semua pasti ada solusinya dan dapat terselesaikan dengan baik bila adanya kerjasama yang baik pula," kata Wako.
Sementara pihak Bulog, Tomi Despalingga menyatakan siap kapan saja Raskin tersebut akan disalurkan, sebab diakuinya stok di gudang Bulog saat ini sangat aman untuk itu.
"Jumlah stok beras digudang itu saat ini ada terdapat sebanyak 10.000 ton, ditambah dalam waktu dekat akan ada penambahan sekitar 2.000 hingga 3.000 ton beras lagi, Jadi kapanpun Raskin tersebut akan dibagikan, Bulog menyatakan siap dan tidak ada masalah," katanya.
Dan ketika ditanyai mengenai kualitas beras, Bulog sendiri menjamin akan memberikan yang terbaik. Jikalaupun nantinya ada raskin yang rusak, Bulog siap menggantinya. (RED)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Komsos Jadi Sarana Babinsa Desa Lemang Perkuat Solidaritas Masyarakat
Cegah Karhutla, Babinsa Koramil Tebing Tinggi Intensifkan Patroli di Desa Sendaur
Perusahaan dari Malaysia Lirik Potensi Meranti, Wabup Muzamil Perkenalkan Empat Komoditas Unggulan
Komsos dengan Warga Banglas, Babinsa Tekankan Kebersihan dan Keamanan Lingkungan
Babinsa bersama Warga Melai Intens Patroli Cegah Karhutla
Polda Riau Rotasi Dua Kasat dan Kapolsek di Polres Kepulauan Meranti
Komentar