Sabtu, 18 April 2026 WIB
Sabtu, 18 April 2026 WIB

Pelatih Gulat Meranti Kecewa, Ini Penyebabnya

- Selasa, 25 April 2017 12:57 WIB
Pelatih Gulat Meranti Kecewa, Ini Penyebabnya
MERANTI - Pelatih Gulat Kabupaten Kepulauan Meranti, Husin (54) sangat kecewa atas sikap Pengurus Provinsi Riau, kerena tidak memberikan perhatian terhadap pelatih di Meranti yang selama ini melakukan pelatihan bagi para atlit Gulat dan berhasil meraih medali di PON 19 Jawa Barat beberapa waktu silam.

Menurut husin, sudah selayaknya pengurus Provinsi Riau, memberikan perhatian terkait dana pembinaan bagi pelatih di daerah, apalagi atlit binaan itu berhasil memperoleh Medali.

Husin memaparkan, saat pra PON berlangsung, atlit gulat asal Meranti terlambat menerima uang saku, bahkan hingga berakhir kegiatan pra pon, uang saku tersebut tidak kunjung diterima oleh ke 2 atlit tersebut. Setelah didesak, barulah uang saku itu diberikan, keluh Husin, yang prihatin melihat kondisi anak asuhnya.

Kekecewaan Husin muncul, ketika mengetahui dana pembinaan telah ditransfer ke rekening tabungan atlit gulat atas nama Khairuddin asal Meranti yang memperoleh medali perunggu pada PON ke 19 di Jabar namun dana pembinaan bagi pelatih tidak ada.

Husin yang hampir 15 Tahun menekuni sebagai pelatih olahraga gulat asal di Meranti itu menambahkan, atlit yang diberangkatkan ke pon 19 jabar ada 2 atlit, khairuddin dan Yoris, namun tanpa sepengetahuan resmi oleh pengda Gulat kab Meranti. sebab hingga berlangsungnya Pon 19 , pengwil gulat Riau tidak pernah memberitahukan secara resmi ke pengda Meranti. hal itu sangat di sayangkan tutur Husin.

Terkait uang pembinaan dimaksud Husin bukanlah soal nominal, akan tetapi perhatian dari pengurus Provinsi kepada pelatih di Kabupaten Kepulauan Meranti, sebab atlit tersebut binaan pelatih di Meranti.

Ketua I Cabor Gulat Kabupaten Meranti, menyikapi dinamika cabang olahraga (Cabor- red) Gulat saat ini mengatakan, sangat menyayangkan sikap pengurus gulat Provinsi Riau yang tidak memberikan perhatian kepada pelatih Gulat di Meranti. Menurut Edi, pengurus Provinsi seharusnya lebih mengedepankan pembinaan, baik terhadap atlit maupun kepada pelatih di daerah, sebeb selama ini, sangat minim komunikasi antara pengurus provinsi dengan kabupaten.

Sementara, Ketua Cabor gulat Provinsi Riau, Said Saqlul Amri, saat ini tidak dapat dikonfirmasi. Untuk mengklarifikasi persoalan dana pembinaan pelatih gulat Meranti, Sekretaris Pengurus Gulat Riau Azwir saat dikofirmasi melalui selulernya 081276325151 mengatakan bahwa, pembinaan atlit Pra PON - 19 Jabar hanya melibatkan pelatih dari Provinsi.

Menurut penuturan ke 2 atlit gulat tersebut, mereka tidak diperhatikan oleh pengurus Gulat Kabupaten Meranti, itu sebabnya datang ke Provinsi agar diikut sertakan dalam seleksi PON 19, ucap Azwir. (nik/rgc)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Komentar
Berita Terbaru