Senin, 07 September 2026 WIB
Senin, 07 September 2026 WIB

Pergantian Rezim Golkar, Kekhawatiran Rekomendasi Calon Kepala Daerah Era Setnov Tidak Dianulir

- Jumat, 15 Desember 2017 07:23 WIB
Pergantian Rezim Golkar, Kekhawatiran Rekomendasi Calon Kepala Daerah Era Setnov Tidak Dianulir

JAKARTA - Kepemimpinan di Partai Golkar akhirnya berganti setelah rapat pleno DPP menyepakati Airlangga Hartarto sebagai ketua umum yang baru menggantikan Setya Novanto. Pengesahan status ketua umum akan dilakukan di munaslub Golkar yang akan diselenggarakan 19 Desember mendatang.

Pergantian rezim ini disambut baik oleh banyak pihak. Namun ada juga yang menyatakan khawatir dan berharap keputusan DPP Golkar di era Setnov terkait rekomendasi calon kepala daerah tidak dianulir oleh pengurus baru.

Seperti yang disampaikan bakal cagub Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia berharap adanya pergantian pucuk pimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut, tidak mengubah rekomendasi dukungan kepada dirinya.

"Semoga tidak ada perubahan terhadap rekomendasi dan terus menyamakan visi misinya untuk memenangkan pilkada yang ujungnya mensejahterakan rakyat," ungkap Emil kepada wartawan saat ditemui Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Kamis (14/12).

Emil menyampaikan selamat atas penujukan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar. Dia juga mengucapkan terima kasih karena Partai Golkar telah memberikan rekomendasi dukungan kepadanya untuk maju di Pilgub Jabar.

"Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Airlangga selaku ketua umum Golkar yang akan melaksanakan Munaslub, mudah mudahan sukses. Kemudian juga terima kasih, selama ini kan institusi Golkarnya memberikan rekomendasi (dukungan di Pilgub Jabar) ya," ujar Emil.

Sementara itu, sang pesaing yang gagal mendapatkan SK rekomendasi cagub Jabar, Dedi Mulyadi menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Airlangga terkait Pilgub Jabar. "Saya belum berkonsultasi dengan Pak Airlangga, besok saya akan bicara tentang penanganan Jabar ke depan," ujar Dedi di kantor DPP partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (13/12) malam.

Dia mengaku sejak awal telah mendorong Airlangga untuk menggantikan Setya Novanto yang tersangkut kasus KTP elektronik. Dia percaya menteri perindustrian itu bakal membawa partai Golkar tetap eksis.

Namun, Bupati Purwakarta ini menegaskan dukungannya bukan dalam rangka agar dirinya dipilih oleh Airlangga sebagai cagub Jabar. "Kalau saya mendorong (Airlanggga) jadi ketum, saya punya kepercayaan, dan dorongan saya pada munaslub bukan untuk kepentingan pilgub, tapi kepentingan penyelamatan partai Golkar," tandasnya.[mdk]

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Wisuda Perdana, 36 Mahasiswa ITS Meranti Diajak Ikut Membangun Daerah

Wisuda Perdana, 36 Mahasiswa ITS Meranti Diajak Ikut Membangun Daerah

Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Komentar
Berita Terbaru