Senin, 20 April 2026 WIB
Senin, 20 April 2026 WIB

Pergantian Rezim Golkar, Kekhawatiran Rekomendasi Calon Kepala Daerah Era Setnov Tidak Dianulir

- Jumat, 15 Desember 2017 07:23 WIB
Pergantian Rezim Golkar, Kekhawatiran Rekomendasi Calon Kepala Daerah Era Setnov Tidak Dianulir

JAKARTA - Kepemimpinan di Partai Golkar akhirnya berganti setelah rapat pleno DPP menyepakati Airlangga Hartarto sebagai ketua umum yang baru menggantikan Setya Novanto. Pengesahan status ketua umum akan dilakukan di munaslub Golkar yang akan diselenggarakan 19 Desember mendatang.

Pergantian rezim ini disambut baik oleh banyak pihak. Namun ada juga yang menyatakan khawatir dan berharap keputusan DPP Golkar di era Setnov terkait rekomendasi calon kepala daerah tidak dianulir oleh pengurus baru.

Seperti yang disampaikan bakal cagub Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia berharap adanya pergantian pucuk pimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut, tidak mengubah rekomendasi dukungan kepada dirinya.

"Semoga tidak ada perubahan terhadap rekomendasi dan terus menyamakan visi misinya untuk memenangkan pilkada yang ujungnya mensejahterakan rakyat," ungkap Emil kepada wartawan saat ditemui Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Kamis (14/12).

Emil menyampaikan selamat atas penujukan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar. Dia juga mengucapkan terima kasih karena Partai Golkar telah memberikan rekomendasi dukungan kepadanya untuk maju di Pilgub Jabar.

"Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Airlangga selaku ketua umum Golkar yang akan melaksanakan Munaslub, mudah mudahan sukses. Kemudian juga terima kasih, selama ini kan institusi Golkarnya memberikan rekomendasi (dukungan di Pilgub Jabar) ya," ujar Emil.

Sementara itu, sang pesaing yang gagal mendapatkan SK rekomendasi cagub Jabar, Dedi Mulyadi menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Airlangga terkait Pilgub Jabar. "Saya belum berkonsultasi dengan Pak Airlangga, besok saya akan bicara tentang penanganan Jabar ke depan," ujar Dedi di kantor DPP partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (13/12) malam.

Dia mengaku sejak awal telah mendorong Airlangga untuk menggantikan Setya Novanto yang tersangkut kasus KTP elektronik. Dia percaya menteri perindustrian itu bakal membawa partai Golkar tetap eksis.

Namun, Bupati Purwakarta ini menegaskan dukungannya bukan dalam rangka agar dirinya dipilih oleh Airlangga sebagai cagub Jabar. "Kalau saya mendorong (Airlanggga) jadi ketum, saya punya kepercayaan, dan dorongan saya pada munaslub bukan untuk kepentingan pilgub, tapi kepentingan penyelamatan partai Golkar," tandasnya.[mdk]

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026

Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026

Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan

Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan

Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Komentar
Berita Terbaru