Selasa, 08 September 2026 WIB
Selasa, 08 September 2026 WIB

Pemerintah Masih Tunda Pemekaran 314 Daerah Otonomi Baru

- Senin, 28 Agustus 2017 16:56 WIB
Pemerintah Masih Tunda Pemekaran 314 Daerah Otonomi Baru
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan, pemerintah masih menunda pemekaran 314 daerah otonomi baru (DOB) yang sudah diusulkan. Alasannya, karena anggaran negara masih terbatas untuk pemekaran daerah baru.

Hal itu disampaikan Mendagri dalam rapat bersama Komisi II DPR RI membahas soal usulan penambahan daerah otonomi baru di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Tjahjo meminta DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang memaklumi sikap eksekutif karena belum bisa merealisasikan 314 daerah otonomi baru yang sudah diusulkan.

"Hasil diskusi kami dengan Kementerian Keuangan masih belum memungkinkan anggaran negara ini dipotong untuk keperluan 314 DOB walaupun secara bertahap," kata Tjahjo, Senin (28/8/2017).

Saat ini ada 314 usulan daerah pemekaran baru di seluruh Indonesia. 173 di antaranya merupakan usulan dari DPD, sisanya diusulkan oleh DPR. Usulan tersebut sudah masuk ke Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Tjahjo, pemerintah bukan tak mau merealisasikan 314 DOB yang sudah diusulkan wakil rakyat dan perwakilan daerah. Namun, saat ini anggaran negara sedang diprioritaskan dulu untuk kebutuhan mendesak seperti pembangunan infrastruktur ‎dan mempercepat kesejahteraan rakyat di daerah-daerah yang sudah ada.

‎"Dengan segala hormat untuk tahun-tahun ini sampai tahun depan belum bisa Kemendagri menyetujui atau memiliah DOB mana yang harus diputuskan," pungkas Tjahjo.

Sebelumnya kalangan DPD sudah mendatangi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), meminta pemerintah segera menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang penataan daerah dan PP tentang Desain Besar Penataan Daerah (Desertada) sebagai dasar pemekaran daerah.

Jusuf Kalla mengatakan, usulan pemekaran daerah baru saat ini sulit untuk direalisasikan, mengingat pemekaran daerah membutuhkan alokasi anggaran yang besar. "Seperti dimaklumi, defisit kita makin tinggi secara persentase. Kami harus selesaikan dulu masalah pokoknya, ya masalah anggaran itu," ujarnya.

Sikap pemerintah ini memastikan moratorium pemekaran daerah otonomi baru tetap berlanjut. Pemekaran DOB diketahui terakhir dilakukan pada 2014. Selama masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, belum ada pemekaran DOB.

Ketua DPD Oesman Sapta Odang memaklumi sikap pemerintah yang memoratorium pemekaran DOB. Ia mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan untuk mendongkrak perekonomian di daerah agar masalah pokok mandeknya pemekaran daerah bisa disudahi.

"Masalah ekonomi, ini siklus dunia. Ini siklus ada kesulitan ekonomi dunia, termasuk juga Indonesia terkena. Bagaimana kita membiayai sesuatu kalau kita dalam krisis kan? Jadi ini sedang kami bahas. Tapi Pak Wapres tentu ada kebijakan-kebijakan yang akan mendorong perekonomian daerah," ucap dia.(okezone)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Wisuda Perdana, 36 Mahasiswa ITS Meranti Diajak Ikut Membangun Daerah

Wisuda Perdana, 36 Mahasiswa ITS Meranti Diajak Ikut Membangun Daerah

Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Peduli Keselamatan Berkendara, Satlantas Polres Meranti Gencarkan Himbauan Tertib Berlalulintas

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Produk Unggulan UMKM Meranti Didorong Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Buka OMI Kemenag 2026, Bupati Asmar Ajak Siswa Berinovasi Soal Sains dan Teknologi dengan Nilai Islam

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Tim UIN Suska Riau Berkunjung ke Meranti, Tawarkan Kolaborasi Sejumlah Bidang ke Bupati Asmar

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Hafal 30 Juz Al-Qur'an, Santriwati Ponpes Darul Fikri dapat Reward Umrah Gratis

Komentar
Berita Terbaru