Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Angkat Pejabat Secara Sembarangan
PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo meminta, aparatur mengunakan keuangan negara sesuai dengan peruntukan. Jika tidak akan berhadapan dengan penegak hukum seperti, KPK, kejaksaan dan kepolisian.
Biasanya, sambung Cahyo, para pejabat mengkorupsi anggaran daerah yang harusnya dipakai untuk perlengakapan dan fisik bangunan. Selain itu, jual beli jabatan jadi hal yang sering dijadikan modus pungli.
"Kepala daerah jangan enak saja mengangkat pejabatnya, karena dia dekat dan berperan dalam pemenangan dalam Pilkada. Berilah seseorang itu jabatan sesuai dengan keahliannya, kalau tidak bisa repot. Saya dulu pernah ditawari menjadi menteri di era Presiden Gusdur, tapi saya menolak karena jabatan itu tidak sesuai dengan keahlian saya," kata Tjahjo di hadapan ratusan kepala camat, di Pekanbaru, Kamis (16/11/2017).
Menyayangkan masih adanya pejabat korup di Indonesia. Dia mengingatkan para pejabat untuk berhati-hati menggunakan anggaran.
"Kita lihat di media, sudah beberapa kali pejabat-pejabat kita berurusan dengan KPK. Tapi masih juga ada pejabat yang melalukan korupsi, apa mereka tidak baca koran, media online, televisi. Saya heran kok korupsi makin marak walau penegakan hukum sudah ditegakkan," paparnya.
Dalam kegiatan itu juga dihadiri sejumlah gubernur, bupati walikota. Kegiatan ini bertema "Peran Strategi Camat Sebagai Inovator Pelayan Publik dan Pembina Serta Pengawas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa".(okz)
Baca Juga:
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026
Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla