Kutuk Bom Kampung Melayu dan ISIS, Adhyaksa Dault: Rasulullah Tidak Pernah Meminta Kita Mendirikan Negara Islam
JAKARTA – Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengucapkan belasungkawa untuk para korban bom di Kampung Melayu pada Rabu (25/5/2017) malam. Ia pun mengutuk keras peristiwa keji ini dan meminta masyarakat untuk tidak takut.
"Saya menyampakan rasa duka sedalam-dalamnya, hal yang sama juga bisa terjadi kepada keluarga saya dan kita semua. Namun, kita tidak boleh takut beraktifitas, percayakan semuanya kepada Kepolisian dan TNI," kata Adhyaksa Dault dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/05/2017).
Disinggung mengenai pengakuan ISIS sebagai pelaku Bom Kampung Melayu, Adhyaksa mengatakan, jika benar pengakuan itu, maka saya katakan ISIS itu tidak mewakili Islam, terorisme tidak sesuai dengan semua agama di dunia.
"Rasulullah SAW tidak pernah meminta kita mendirikan negara Islam. NKRI dan Pancasila sudah final," jelas pria yang sudah mendaki puluhan gunung ini.
Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, klaim ISIS itu bisa saja benar jika dilihat dari modusnya. Ada dugaan kuat bahwa pelaku teror bom itu terafiliasi dengan ISIS.
Diketahui, bom Kampung Melayu telah menewaskan lima orang. Tiga orang anggota polisi dan dua orang diduga kuat adalah pelaku. Selain itu, 10 orang di antaranya mengalami luka-luka.***
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Menuju Musorkab, KONI Meranti Matangkan Langkah Lewat Rakerkab 2026
Sertu Muslim Ajak Warga Tanjung Darul Takzim Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan, Karhutla Tak Ditemukan
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Komentar