Rabu, 22 Juli 2026 WIB
Rabu, 22 Juli 2026 WIB

BNPB Kirim Bantuan ke Manado dengan Hercules

Pauzi - Jumat, 17 Januari 2014 01:23 WIB
BNPB Kirim Bantuan ke Manado dengan Hercules
JAKARTA, PESISIRONE - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menerbangkan bantuan kepada korban banjir di Manado menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Banjir di Manado telah menewaskan sejumlah orang dan merusak seribu rumah, ribuan jiwa mengungsi.

Dalam pernyataan persnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa BNPB akan menyalurkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sulawesi Utara bantuan dana siap pakai sebesar Rp3,13 miliar dan bantuan logistik serta peralatan.

"Akan diterbangkan dengan pesawat Hercules C-130 TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusumah kepada BPBD Sulut. BPBD Prov. Sulut berkoordinasi dengan instansi terkait TNI, Polri, SAR, RAPI, masyarakat dll untuk bersama-sama membantu mengevakuasi masyarakat yang terdampak," tulis Sutopo.

BPBD bersama instansi terkait telah mendirikan posko, dapur umum, dan mendistribusikan bantuan. Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD dalam manajemen penanganan darurat, seperti disampaikan Sutopo.

Pemberian bantuan sesuai dengan perintah Presiden pada sidang kabinet hari ini. "Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah melaporkan kepada Presiden kondisi bencana dan upaya yang telah dilakukan di Sulut. Gubernur Sulut juga menyampaikan langkah-langkah penanganan bencana," kata Sutopo.

Gubernur Sulawesi Utara telah menetapkan pernyataan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama 14 hari yaitu 15-28 Januari 2014. Dengan adanya status tanggap darurat ini, lanjut Sutopo, maka ada kemudahan akses dalam pengerahan seluruh potensi sumber daya yang ada di Provinsi Sulut, baik logistik, peralatan, sumber daya manusia, komando, penyelamatan dan sebagainya.

Dampak banjir bandang dan longsor hingga saat ini 16 orang tewas, yaitu dari Kota Manado 6 orang, Kota Tomohon 5 orang, Kota Minahasa 4 orang, dan Kab Minahasa Utara 1 orang. Dua orang hilang.

"Pengungsi saat ini sekitar 4.000 jiwa. Rumah rusak diperkirakan mencapai 1.000 unit. Sekitar 1.000 orang terisolir dan 1 orang luka berat. Kerusakan fisik lainnya jembatan Kuwil putus. Akses jalan Manado ke Tomohon putus akibat longsor. Sebagian besar banjir telah surut. Warga telah kembali ke rumah membersihkan rumahnya. Pendataan masih dilakukan di enam kabupaten/kota terdampak," terang Sutopo.

Sumber: VIVAnews

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Kunjungi BPJN Riau, Pemkab Meranti Minta Perhatian Soal Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Kunjungi BPJN Riau, Pemkab Meranti Minta Perhatian Soal Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan Karhutla di Sendaur

Babinsa dan Warga Sisir Wilayah Rawan Karhutla di Sendaur

Babinsa Banglas Ajak Warga Pererat Kebersamaan Demi Lingkungan Kondusif

Babinsa Banglas Ajak Warga Pererat Kebersamaan Demi Lingkungan Kondusif

Difasilitasi Pemkab Meranti, 51 Mahasiswa UIN Suska Siap Mengabdi di Tebingtinggi Barat

Difasilitasi Pemkab Meranti, 51 Mahasiswa UIN Suska Siap Mengabdi di Tebingtinggi Barat

Pemkab Meranti Dukung Penguatan Kompetensi Guru Mulok BMR

Pemkab Meranti Dukung Penguatan Kompetensi Guru Mulok BMR

Imigrasi Selatpanjang dan Kejari Meranti Teken PKS Penanganan Hukum

Imigrasi Selatpanjang dan Kejari Meranti Teken PKS Penanganan Hukum

Komentar
Berita Terbaru