Warga Rogoh Ratusan Ribu Perhari dari Hasil Pelestarian Tanaman
MERANTI - Program Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Distamben) untuk menggalakkan pelestarian tanaman hutan Tasik Nambus di Desa Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebing Tinggi Barat dinilai sangat efektif dan efisien.
Program yang dijalankan sejak 2014 lalu tersebut, kini hasilnya dapat dirasakan oleh warga setempat. Dengan program tersebut warga pun bisa merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah perharinya.
Manfaat program yang telah direalisasi oleh Pemerintah ini diakui langsung oleh tiga orang eks penebang kayu hutan asal Desa Tanjung Darul Takzim, Boyan (60), Sudirman (39) dan Zainudin (48), Sabtu (22/2/15) kemarin.
"40.000 ribu bibit Durian, Kayu Pulai, Kayu Meranti dsb direalisasikan melalui Program ini, dan seluruh warga Desa dapat bekerja dengan berpenghasilan Rp200-300ribu perhari tanpa harus menebang kayu," katanya.
Dimana informasi yang diterima, realisasi program penanaman 40.000 bibit berbagai jenis kayu produktif di kawasan sekitar 500 hektar hutan lindung Tasik Nambus Desa Tanjung Darul Takzim tersebut merupakan sharing dana APBN dan APBD Kepulauan Meranti Tahun 2014.
Untuk kelanjutan tahun 2015 ini, kata Boyan, Pemerintah melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepulauan Meranti juga kembali memperkerjakan masyarakat dengan program pembibitan sebanyak 60.000 bibit Nibung.
Sementara, untuk pekerjaan jangka panjang bagi seluruh warga Desa Tanjung Darul Takzim, sebagai salah satu daerah berpenghasilan tanaman Magrove jenis Nipah, dikatakannya, Dishutbun juga telah mendatangkan tim pelatih dari perusahaan pengolahan Nipah.
Atas program tersebut, Boyan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. "Sampaikan ucapan terima kasih kami kepada Pak Bupati (Irwan, red) dan terutama Pak Murod sebagai Kepala Dinas Kehutanan," ucapnya. (eaf)
Program yang dijalankan sejak 2014 lalu tersebut, kini hasilnya dapat dirasakan oleh warga setempat. Dengan program tersebut warga pun bisa merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah perharinya.
Manfaat program yang telah direalisasi oleh Pemerintah ini diakui langsung oleh tiga orang eks penebang kayu hutan asal Desa Tanjung Darul Takzim, Boyan (60), Sudirman (39) dan Zainudin (48), Sabtu (22/2/15) kemarin.
"40.000 ribu bibit Durian, Kayu Pulai, Kayu Meranti dsb direalisasikan melalui Program ini, dan seluruh warga Desa dapat bekerja dengan berpenghasilan Rp200-300ribu perhari tanpa harus menebang kayu," katanya.
Dimana informasi yang diterima, realisasi program penanaman 40.000 bibit berbagai jenis kayu produktif di kawasan sekitar 500 hektar hutan lindung Tasik Nambus Desa Tanjung Darul Takzim tersebut merupakan sharing dana APBN dan APBD Kepulauan Meranti Tahun 2014.
Untuk kelanjutan tahun 2015 ini, kata Boyan, Pemerintah melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepulauan Meranti juga kembali memperkerjakan masyarakat dengan program pembibitan sebanyak 60.000 bibit Nibung.
Sementara, untuk pekerjaan jangka panjang bagi seluruh warga Desa Tanjung Darul Takzim, sebagai salah satu daerah berpenghasilan tanaman Magrove jenis Nipah, dikatakannya, Dishutbun juga telah mendatangkan tim pelatih dari perusahaan pengolahan Nipah.
Atas program tersebut, Boyan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. "Sampaikan ucapan terima kasih kami kepada Pak Bupati (Irwan, red) dan terutama Pak Murod sebagai Kepala Dinas Kehutanan," ucapnya. (eaf)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai
Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komentar