Sabtu, 18 April 2026 WIB
Sabtu, 18 April 2026 WIB

Waduh, Harga Pasir di Selatpanjang Melambung, Rp620 ribu per Koyan

- Senin, 03 April 2017 16:48 WIB
Waduh, Harga Pasir di Selatpanjang Melambung, Rp620 ribu per Koyan
SELATPANJANG - Susahnya pasokan dari wilayah Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) masuk ke Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, membuat harga pasir bangunan melambung tinggi.

Jika biasanya satu koyan (1,5 kubik) pasir hanya berkisar Rp 500 ribu, sekarang naik menjadi Rp 620 ribu. Sementara batu perkoyannya mencapai Rp1 juta dari sebelumnya Rp 800 ribu.

"Naiknya cukup tinggi. Mau bagaimana lagi sekarang tak bisa lagi pasok dari Selatbelia," kata M Ikhsan, salah seorang pengusaha pasir di Selatpanjang, Minggu (2/4).

Dikatakannya lagi, sebelum memasok dari wilayah Pekanbaru dan Kampar, para penjual pasir di Selatpanjang juga membeli pasir dari Dumai. "Memang harganya tidak jauh beda. Satu koyannya sekitar Rp 580 ribu," ujarnya.

Laki-laki yang mengurus usaha ayahnya itu mengaku tidak begitu paham permasalahan yang menyebabkan para pengusaha tidak bisa lagi membeli pasir dari wilayah Karimun. Namun yang jelas dia berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti agar masyarakat bisa terbantu, terlebih di kabupaten baru itu sedang giat-giatnya membangun.

"Kalau kita bisa ambil langsung dari Selatbelia seperti dulu, harganya pasti bisa lebih murah. Bisa sekitar Rp 500 ribu perkoyan. Semoga Pemkab bisa mencarikan jalan keluarnya," harap Ikhsan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Herman saat dikonfirmasi wartawan, membantah kalau pengusaha tidak bisa lagi membeli pasir dari wilayah Tanjungbalai Karimun. Hanya saja kini telah diatur dengan regulasi oleh pemerintah daerah setempat.

"Siapa bilang tidak bisa beli dari Balai?. Masih bisa. Hanya saja harus mengurus izin resmi dengan pemerintah daerahnya. Tidak bisa lagi seperti dulu," jelasnya.

Menurut Herman lagi, Pemkab Kepulauan Meranti tidak memiliki wewenang yang berkaitan dengan pertambangan termasuk pasir dan batu. Namun pihaknya bersedia memfasilitasi masyarakat ataupun pengusaha yang ingin membeli pasir dari kabupaten tetangga itu.

"Kalau memang ada kesulitan jumpai saya. Nanti akan kami bantu," sebut Kepala Disperindag Meranti itu.(rls/nur)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Komentar
Berita Terbaru