Waduh, Harga Pasir di Selatpanjang Melambung, Rp620 ribu per Koyan
SELATPANJANG - Susahnya pasokan dari wilayah Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) masuk ke Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, membuat harga pasir bangunan melambung tinggi.
Jika biasanya satu koyan (1,5 kubik) pasir hanya berkisar Rp 500 ribu, sekarang naik menjadi Rp 620 ribu. Sementara batu perkoyannya mencapai Rp1 juta dari sebelumnya Rp 800 ribu.
"Naiknya cukup tinggi. Mau bagaimana lagi sekarang tak bisa lagi pasok dari Selatbelia," kata M Ikhsan, salah seorang pengusaha pasir di Selatpanjang, Minggu (2/4).
Dikatakannya lagi, sebelum memasok dari wilayah Pekanbaru dan Kampar, para penjual pasir di Selatpanjang juga membeli pasir dari Dumai. "Memang harganya tidak jauh beda. Satu koyannya sekitar Rp 580 ribu," ujarnya.
Laki-laki yang mengurus usaha ayahnya itu mengaku tidak begitu paham permasalahan yang menyebabkan para pengusaha tidak bisa lagi membeli pasir dari wilayah Karimun. Namun yang jelas dia berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti agar masyarakat bisa terbantu, terlebih di kabupaten baru itu sedang giat-giatnya membangun.
"Kalau kita bisa ambil langsung dari Selatbelia seperti dulu, harganya pasti bisa lebih murah. Bisa sekitar Rp 500 ribu perkoyan. Semoga Pemkab bisa mencarikan jalan keluarnya," harap Ikhsan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Herman saat dikonfirmasi wartawan, membantah kalau pengusaha tidak bisa lagi membeli pasir dari wilayah Tanjungbalai Karimun. Hanya saja kini telah diatur dengan regulasi oleh pemerintah daerah setempat.
"Siapa bilang tidak bisa beli dari Balai?. Masih bisa. Hanya saja harus mengurus izin resmi dengan pemerintah daerahnya. Tidak bisa lagi seperti dulu," jelasnya.
Menurut Herman lagi, Pemkab Kepulauan Meranti tidak memiliki wewenang yang berkaitan dengan pertambangan termasuk pasir dan batu. Namun pihaknya bersedia memfasilitasi masyarakat ataupun pengusaha yang ingin membeli pasir dari kabupaten tetangga itu.
"Kalau memang ada kesulitan jumpai saya. Nanti akan kami bantu," sebut Kepala Disperindag Meranti itu.(rls/nur)
Jika biasanya satu koyan (1,5 kubik) pasir hanya berkisar Rp 500 ribu, sekarang naik menjadi Rp 620 ribu. Sementara batu perkoyannya mencapai Rp1 juta dari sebelumnya Rp 800 ribu.
"Naiknya cukup tinggi. Mau bagaimana lagi sekarang tak bisa lagi pasok dari Selatbelia," kata M Ikhsan, salah seorang pengusaha pasir di Selatpanjang, Minggu (2/4).
Dikatakannya lagi, sebelum memasok dari wilayah Pekanbaru dan Kampar, para penjual pasir di Selatpanjang juga membeli pasir dari Dumai. "Memang harganya tidak jauh beda. Satu koyannya sekitar Rp 580 ribu," ujarnya.
Laki-laki yang mengurus usaha ayahnya itu mengaku tidak begitu paham permasalahan yang menyebabkan para pengusaha tidak bisa lagi membeli pasir dari wilayah Karimun. Namun yang jelas dia berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti agar masyarakat bisa terbantu, terlebih di kabupaten baru itu sedang giat-giatnya membangun.
"Kalau kita bisa ambil langsung dari Selatbelia seperti dulu, harganya pasti bisa lebih murah. Bisa sekitar Rp 500 ribu perkoyan. Semoga Pemkab bisa mencarikan jalan keluarnya," harap Ikhsan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Herman saat dikonfirmasi wartawan, membantah kalau pengusaha tidak bisa lagi membeli pasir dari wilayah Tanjungbalai Karimun. Hanya saja kini telah diatur dengan regulasi oleh pemerintah daerah setempat.
"Siapa bilang tidak bisa beli dari Balai?. Masih bisa. Hanya saja harus mengurus izin resmi dengan pemerintah daerahnya. Tidak bisa lagi seperti dulu," jelasnya.
Menurut Herman lagi, Pemkab Kepulauan Meranti tidak memiliki wewenang yang berkaitan dengan pertambangan termasuk pasir dan batu. Namun pihaknya bersedia memfasilitasi masyarakat ataupun pengusaha yang ingin membeli pasir dari kabupaten tetangga itu.
"Kalau memang ada kesulitan jumpai saya. Nanti akan kami bantu," sebut Kepala Disperindag Meranti itu.(rls/nur)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Komentar