Sektor Perkebunaan Sawit Rokan Hilir Terus Berkembang
BAGANSIAPIAPI - Potensi sektor perkebunan kelapa sawit di kabupaten
Rokan Hilir (Rohil) terus mengalami perkembangan. Seperti disampaikan
kepala dinas Perkebunan kabupaten Rohil Ir Syahril besarnya potensi
perkebunan sawit nampak dari terus bertambahnya Pabrik Kelapa Sawit yang
ada.
"Dari 29 PKS yang terdaftar tahun lalu, sekarang sudah menjadi 34. Ada permohonan yang baru masuk lagi, jadi diperkirakan hingga tahun ini terdapat 34 PKS," kata Syahril pada satu kesempatan. Keberadaan PKS jelasnya terutama berdekatan dengan wilayah kecamatan yang merupakan daerah penghasil sawit seperti kecamatan Bagan Sinembah, Bangko Pusako dan Simpang Kanan.
Beberapa daerah lainnya meskipun diketahui memiliki penghasilan sawit yang cukup besar namun tidak memiliki pabrik kelapa sawit seperti di kecamatan Sinaboi, Bangko, Pasir Limau Kapas, Kubu dan lain-lain. Kondisi itu terjadi karena belum adanya investor yang ingin membangun pabrik di wilayah tersebut.
Menyangkut pendirian pabrik kelapa sawit menurut Syahril saat ini telah menjadi kewenangan dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) kabupaten Rohil. "Memang yang keluarkan izinnya itu BPMP2T tapi berkaitan dengan teknisnya, itu dari kami (disbun) dan hasil dari penilaian tersebut dikirimkan ke BPMP2T," katanya.
Saat ini menurut Syahril diperkirakan jumlah PKS akan bertambah dengan kecenderungan meningkatnya sektor perkebunan kelapa sawit. Pertambahan itu karena berubahnya orientasi masyarakat dari berbagai sektor seperti perikanan, pertanian kepada sektor perkebuna kelapa sawit selain itu permintaan terhadap sawit sangat tinggi.(ari)
"Dari 29 PKS yang terdaftar tahun lalu, sekarang sudah menjadi 34. Ada permohonan yang baru masuk lagi, jadi diperkirakan hingga tahun ini terdapat 34 PKS," kata Syahril pada satu kesempatan. Keberadaan PKS jelasnya terutama berdekatan dengan wilayah kecamatan yang merupakan daerah penghasil sawit seperti kecamatan Bagan Sinembah, Bangko Pusako dan Simpang Kanan.
Beberapa daerah lainnya meskipun diketahui memiliki penghasilan sawit yang cukup besar namun tidak memiliki pabrik kelapa sawit seperti di kecamatan Sinaboi, Bangko, Pasir Limau Kapas, Kubu dan lain-lain. Kondisi itu terjadi karena belum adanya investor yang ingin membangun pabrik di wilayah tersebut.
Menyangkut pendirian pabrik kelapa sawit menurut Syahril saat ini telah menjadi kewenangan dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) kabupaten Rohil. "Memang yang keluarkan izinnya itu BPMP2T tapi berkaitan dengan teknisnya, itu dari kami (disbun) dan hasil dari penilaian tersebut dikirimkan ke BPMP2T," katanya.
Saat ini menurut Syahril diperkirakan jumlah PKS akan bertambah dengan kecenderungan meningkatnya sektor perkebunan kelapa sawit. Pertambahan itu karena berubahnya orientasi masyarakat dari berbagai sektor seperti perikanan, pertanian kepada sektor perkebuna kelapa sawit selain itu permintaan terhadap sawit sangat tinggi.(ari)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun
Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti
Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas
Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini
Komentar