Minggu, 19 April 2026 WIB
Minggu, 19 April 2026 WIB

Peminat Sagu Meranti Hingga Pulau Jawa

- Rabu, 11 Februari 2015 18:04 WIB
Peminat Sagu Meranti Hingga Pulau Jawa
MERANTI - Makanan khas Kabupaten Kepulauan Meranti (sagu) ternyata diminati hingga luar daerah. Tak tanggung-tanggung, sagu Meranti juga dinikmati oleh masyarakat Pulau Jawa di Yogyakarta dengan pemesanannya hingga mencapai 150 kg perbulannya.

Ali Imroen (25), warga Kota Selatpanjang ini telah mendistribusikan berbagai macam produk sagu hingga ke Kota Gudeg, Jogjakarta. Dalam satu bulan, dia bisa melakukan pengiriman hingga tiga trip. Untuk satu trip jumlahnya bisa mencapai 50 kilogram.

Berbagai panganan yang diminati itu mulai dari mi sagu, kerupuk sagu, cendol sagu, dan sagu telur. "Kemarin saya baru coba mengirim sagu rendang, yang disana minta sampel mau dicoba dulu katanya," ucap Ali Imroen, ditemui Wartawan, Rabu (11/2/2015).

Sekitar dua tahun lalu lewat media sosial, dia mencoba memperkenalkan komoditi andalan tanah kelahirannya itu. Gayung bersambut, waktu itu promosinya langsung mendapat tanggapan dari salah seorang pengusaha dari Jogjakarta.

"Sejak itu dia mulai memesan berbagai panganan sagu. Tapi memang mi sagu yang cukup banyak diminta kalau dulu nya permintaan hanya sedikit,namun seiring berjalan nya waktu kuota pengiriman semakin meningkat dan hingga kini mencapai 100 kg/bulannya," ungkap laki-laki bujangan ini.

Setiap kilogram mi sagu yang rutin dikirimnya, dibeli Ali dengan harga Rp7 ribu dari produsen di Kota Selatpanjang. "Saya jual dengan pemesan seharga Rp 10 ribu perkilogramnya. Itu di luar ongkos kirim," ujarnya lagi.

Memang kalau dihitung-hitung keuntungan yang didapat Ali Imroen tidaklah terlalu besar, tapi ia bertekad apa yang diusahakannya saat ini adalah pembuka jalan untuk mempromosikan produk panganan sagu dari Meranti ke berbagai daerah.

"Saya optimis kedepannya nanti mi sagu ini akan mengindonesia. Tentunya akan berpengaruh terhadap perekonomian produsen panganan sagu di Meranti," tuturnya.

Salah seorang customer untuk panganan sagu Meranti di Jogjakarta, Riswanto, mengaku banyak peminat yang menyukai produk khas kota sagu di Provinsi Riau ini.

"Mi sagu itu unik, enak dan sehat. Alhamdulilah cukup laku," ujarnya saat dikonfirmasi.

Warga Sleman Jogjakarta itu mengaku panganan sagu yang dibelinya dari Ali Imroen dijualnya kembali kepada beberapa pengusaha kuliner di kota gudeg. Bahkan ia juga mengirim kembali panganan sagu itu ke beberapa daerah lain.

"Saya jual kembali, bahkan sudah ada yang mesan dari Sulawesi dan Bali," cerita Riswanto.

Bukan hanya itu, mi sagu dan beberapa panganan asli Kepulauan Meranti itu dia gunakan untuk bahan makanan di salah satu yayasan autis di Kota Jogjakarta.

"Karena sehat, kami (pengurus yayasan autis food jogjakarta, red) sepakat menjadikan sagu sebagai panganan anak-anak di sini," tutur salah seorang kordinator Yayasan Autis Food Jogjakarta itu. (eaf)

Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Komentar
Berita Terbaru