Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
Kamis, 29 Oktober 2026 WIB

Pasca Penurunan BBM, Disperindag Sidak ke Pasar Terubuk

- Kamis, 22 Januari 2015 16:17 WIB
Pasca Penurunan BBM, Disperindag Sidak ke Pasar Terubuk

BENGKALIS -Pasca turunya harga bahan bakar minyak, harga sejumlah kebutuhan pokoknya mengalami penurunan. Seperti sayur-sayuran, cabe dan bawang turun cukup signifikan. Sementara beras, gula, minyak banyak goreng fluktuatif, tapi masih di kisaran harga yang cukup wajar.

Baca Juga:


Hal itu terungkap saat inspeksi mendadak yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis yang dipimpin Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Raja Arlingga didampingi sejulah staf ke Pasar Terubuk Bengkalis, Kamis (22/1).


Cabe Padang misalnya, dari sebelumnya sempat lama bertahan Rp70.000 per kg, saat ini turun di kisaran Rp40.000-45.000 per kg. Kemudian cabe rawit, dari sebelumnya Rp55.00 per kg, saat ini turun menjadi Rp42.000.


Menurut salah seorang pedagang sayur di Pasar Terubuk, kemungkinan harga Cabe Padang akan kembali turun dari harga yang ada saat ini.

"Tadi kita diberitahu oleh agen pemasuk, Cabe Padang akan turun besok," ujar pedagang tersebut.


Selain cabe, harga Tomat juga turun. Jika sebelumnya sempat mencapai Rp10.000 per kg, saat ini tinggal Rp7.000. Demikian juga ayam kampung, yang biasanya bisa mencapai Rp60.000 per kg, kini tinggal Rp50.000.


"Kalau ayam kampung ini saya rasa tidak terlalu berpengaruh pada turunya harga BBM, tapi lebih karena permintaan menurun," ujar pemilik usa penjualan ayam, Jasa Empat Bersaudara di Pasar Terubuk Bengkalis.


Untuk ayam potong, tambahnya, masih relatif stabil masih di kisaran Rp26.000-27.000 per Kg. Bahkan ada juga yang menjual Rp25.000 per kg, tergantung berapa banyak ayam dibeli. "Biasanya kalau beli dalam jumlah besar, tentu ada harga khusus," ujar pedagang ayam tersebut.


Sementara untuk beras, minyak makan dan gulas pasir cenderung bertahan, belum ada penurunan kendati harga BBM sudah turun dua kali. Gula pasir saat ini dijual di kisaran Rp10.000-Rp11.000 Kg, beras premium seperti Belida Rp11.000/kg. Kecuali ikan laut, saat ini harganya naik cukup signifikan karena stoknya kurang menyusul angin kencang dan gelombang tinggi sehingga nelayan tidak bisa melaut.


Seperti ikan selar, dari biasanya hanya Rp20.000 per kg, saat ini mencapai Rp23.000. Sementara untuk ikan parang dan tenggiri di atas Rp60.000/kg. Itupun stoknya terbatas, hanya ikan-ikan lama yang dieskan.


"Sejak BBM naik akhir tahun lalu, ditambah angin kuat dan gelombang, nelayan di tempat kita banyak yang tidak melaut. Mudah-mudahan setelah harga BBM kembali turun dan kondisi cuara di perairan kembali normal, nelayan kita kembali melaut," ujar salah seorang pendagang ikan di Pasar Terubuk berketurunan Tionghoa.


Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Raja Arlingga usai sidak kepada sejumlah wartawan menilai harga kebutuhan pokok di Pasar Terubuk Bengkalis masih terbilang wajar, kendati ada beberapa jenis yang fluktuatif antara satu tempat dengan tempat yang lainnya.


Walau demikian, ia tetap mengimbau kepada pedagang untuk tidak seenaknya menaikkan harga, apalagi saat ini ongkos angkut atau transportasi sudah turun menyusul turunnya harga BBM. Kemudian kepada konsumen, Raja juga mengimbau agar bijak dan selektif dalam membeli sehingga mendapatkan harga yang pantas. "Jangan segan-segan menawar dan jangan terfokus satu tempat saja saat belanja. Bisa saja antara satu tempat dengan tempat yang lain, barang yang sama harga beda," imbau Raja.(Gus)


SHARE:
Berita Terkait
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati

Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun

Sambut HUT ke-18, Pemkab Meranti Hapus 100 Persen Denda PBB-P2 hingga Akhir Tahun

Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Berharap DPD RI Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Kepulauan Meranti

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Pemkab Sediakan 50 Hektar Lahan dan Akses Jalan, Meranti Bakal Punya YONTP

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolres Meranti : Keselamatan Berlalulintas Jadi Prioritas

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Jika Tidak Mau Ditilang Saat Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Perhatikan 8 Sasaran Prioritas Ini

Komentar
Berita Terbaru