Minggu, 19 April 2026 WIB
Minggu, 19 April 2026 WIB

Hmzz, Dana Talangan Untuk Petani Kok Senyap Saja

- Senin, 04 Mei 2015 06:28 WIB
Hmzz, Dana Talangan Untuk Petani Kok Senyap Saja

BENGKALIS -Sejumlah petani karet mempertanyakan dana talangan yang dijanjikan Pemkab Bengkalis. Dana talangan tersebut dimaksudkan untuk membeli karet-karet warga karena setahun terakhir harga karet dipasaran jeblok.

Baca Juga:

Soal dana talangan itu sendiri, pernah dijanjikan oleh Bupati Bengkalis saat pembahasan RAPBD tahun 2015. Dalam beberapa kali kesempatan, Bupati menyampaikan terkait alokasi dana talangan untuk pembelian karet masyarakat. "Informasi dana talangan ini sudah kita dengar sejak akhir tahun 2014 lalu, tapi sampai sekarang, kok senyap saja," ujar Sudin petani karet warga Teluk Pambang, Minggu (3/5).

Rencana mengalokasikan dana talangan untuk pembelian karet warga dianggap kebijakan yang tepat. Disaat harga karet murah, karet-karet milik warga dibeli oleh pemerintah, lalu ketika harga kembali normal karet-karet tersebut oleh pemerintah kembali dijual.

"Saat rencana ini disampaikan, kita menyambut dengan gembira. Bagaimana tidak, harga 1 kg karet saat ini tidak bisa untuk membeli 1 kg beras, padahal harga-harga kebutuhan lainnya juga terus meningkat. Harapan kami tentunya, rencana ini bisa direalisasikan," imbuh Sudin.

Diakui, setahun terakhir petani karet di Bengkalis menghadapi masa-masa yang cukup sulit. Bagi mereka yang selama ini hanya mengambil upah di kabun karet milik orang lain, hanya menerima Rp 3000/ 1 kg (setelah dibagi dua dengan pemilik kebun). Tak heran, banyak petani karet mengadu nasib ke Malaysia untuk menjadi kuli bangunan.

"Ya bagaimana tak ke Malaysia, di kampung susahnya seperti ini. Jangankan petani yang mengupah di kebun karet orang, yang punya kebun saja mengeluh karena harga karet cukup murah. Mau tak mau ya mengadu nasib ke Malaysia," ujar Mazlan pula.

Sebelumnya, Kadis Perindag, H Fauzi mengatakan, dana talangan untuk pembelian karet warga memang sudah dianggarkan tahun 2015, dan sejatinya dinas Prindag sebagai pengelola dana tersebut. Namun, kemugkinan besar belum bisa dilakukan pada tahun 2015 ini, mengingat banyak tahapan dan aturan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.

"Harus ada gudang untuk menyimpan karet-karet yang sudah dibeli, lalu berapa batasan harga perkilo gram juga belum diputuskan. Berapa harga yang harus dibeli dan kapan karet-karet itu bisa dijual kembali. Semua itu harus diputuskan terlebih dahulu," sebut Fauzi.(Gus)


SHARE:
Berita Terkait
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Komentar
Berita Terbaru