Gubri Tertarik Kembangkan Kopi Liberika Meranti
Redaksi - Senin, 11 Maret 2019 14:49 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar tertarik untuk mengembangkan tanaman kopi di tanah gambut, khususnya jenis Kopi Liberika seperti yang ada di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Sesuai arahan Menko Perekonomian, TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) harus diutamakan untuk tanaman produk komoditas yang bisa diekspor. Sementara TORA di Riau itu tanahnya macam-macam, ada gambut dan tanah merah. Kalau kami merancangnya di tanah gambut yang sudah di uji itu cocoknya ditanam Kopi Liberika," kata Syamsuar di Pekanbaru, Senin (11/3/2019).
Menurutnya, tanaman kopi Liberika bisa menjadi salah satu komoditas unggulan yang bisa diekspor dari Riau. Apa lagi kopi jenis ini sudah banyak diekspor ke Malaysia.
"Di mana-mana, kopi itu sekarang lagi jadi ikon. Dari situ kita bisa mengambil peluang melalui Kopi Liberika yang ditanam di tanah gambut. Apa lagi kopi dari Pulau Rangsang itu sudah diekspor ke Malaysia," ujarnya.
Ia pun mengusulkan supaya Balai Karantina Pertanian dapat membantu pengembangan Kopi Liberika tersebut.
"Saya juga ingin ada program pengembangan ini (Kopi Liberika,red). Bagaimanapun di Pemda semuanya tidak mampu membiayai bibit dan sebagainya, jadi supaya bisa dibantu. Semoga ini jadi usulan yang dapat dipertimbangkan," tuturnya. (MC Riau)
"Sesuai arahan Menko Perekonomian, TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) harus diutamakan untuk tanaman produk komoditas yang bisa diekspor. Sementara TORA di Riau itu tanahnya macam-macam, ada gambut dan tanah merah. Kalau kami merancangnya di tanah gambut yang sudah di uji itu cocoknya ditanam Kopi Liberika," kata Syamsuar di Pekanbaru, Senin (11/3/2019).
Menurutnya, tanaman kopi Liberika bisa menjadi salah satu komoditas unggulan yang bisa diekspor dari Riau. Apa lagi kopi jenis ini sudah banyak diekspor ke Malaysia.
"Di mana-mana, kopi itu sekarang lagi jadi ikon. Dari situ kita bisa mengambil peluang melalui Kopi Liberika yang ditanam di tanah gambut. Apa lagi kopi dari Pulau Rangsang itu sudah diekspor ke Malaysia," ujarnya.
Ia pun mengusulkan supaya Balai Karantina Pertanian dapat membantu pengembangan Kopi Liberika tersebut.
"Saya juga ingin ada program pengembangan ini (Kopi Liberika,red). Bagaimanapun di Pemda semuanya tidak mampu membiayai bibit dan sebagainya, jadi supaya bisa dibantu. Semoga ini jadi usulan yang dapat dipertimbangkan," tuturnya. (MC Riau)
Baca Juga:
SHARE:
Berita Terkait
Tak Ditemukan Karhutla, Patroli Babinsa di Desa Alai Berjalan Lancar
Lewat Komsos, Babinsa Ajak Warga Bantar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla
Babinsa Selatpanjang Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Komunikasi Sosial
Babinsa Posramil Tebing Tinggi Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Desa Alai
Komsos di Desa Repan, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan
Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Komentar