Percepat Proses 3T, Nakes Apresiasi Aplikasi BSR
Meranti--Tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Kepulauan Meranti mengapresiasi Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) untuk penanganan COVID-19.
Baca Juga:
Aplikasi yang digagas oleh Polda Riau ini dinilai mempermudah kolaborasi Nakes dan tracer, sehingga proses tracing, testing dan treatment (3T) bisa lebih cepat dilakukan.
Seperti disampaikan Mariana Ulfa Amd AK, salah seorang Nakes di Desa Kedabu Rapat. Kata Ulfa, aplikasi BSR merupakan sebuah terobosan yang sangat maju yang dikembangkan oleh Kapolda Riau untuk mempercepat proses tracing kontak erat pasien COVID-19.
"Sangat membantu, terutama kami tenaga kesehatan dalam proses pelacakan kasus," kata Ulfa, Selasa (5/10).
Dia mencontohkan, misalnya ada rilis terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah kerjanya yakni Puskesmas Kedabu Rapat, dengan otomatis tracer dari Bhabinkamtibmas setempat juga memperoleh data tersebut.
"Karena kita saling terhubung di aplikasi, sehingga proses tracing kontak erat juga bisa lebih cepat dilakukan," tambahnya.
Demikian juga disampaikan Dendi AMK, Nakes lainnya. Kata Dendi, saat melakukan tracing tenaga tracer bahkan membawa nakes untuk langsung melakukan swab test kepada keluarga dan kontak erat pasien tersebut.
"Setiap melakukan verifikasi secara tatap muka pasien, tenaga tracer kan mengisi data yang diperoleh ke Aplikasi BSR, jadi kita tau siapa saja kontak erat pasien sehingga bisa lebih cepat dilakukan testing," jelasnya.
Dia pun mengucapkan terimakasih atas keterlibatan TNI-Polri dalam proses tracing.
"Karena tidak semua masyarakat mau dilakukan tes, tentu ini bisa berjalan dengan baik berkat bantuan tracer TNI-Polri," sebut Dendi. ***
Patroli Karhutla di Alai, Babinsa dan MPA Ingatkan Warga Tak Membakar Lahan
Babinsa Tebing Tinggi Perkuat Silaturahmi dengan Warga Lewat Komsos
Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Siapkan Satgas Gabungan untuk Tertibkan Galian C
Korban Tenggelam di Kampar Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian
Babinsa dan Satpol PP Patroli Karhutla di Telesung, Warga Diimbau Tak Membakar Lahan